Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Konfigurasi Sistem Kalibrasi Pyranometer di Luar Ruangan Menggunakan Metode ISO 9874:1992 di Lembang Agus Sail; Agus Sofwan; Abdul Multi
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 34 No 3 (2024): Sainstech : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/stch.v34i3.2246

Abstract

Pyranometer sebagai alat pengukur harus dikalibrasi secara teratur, karena keandalan alat pengukuran sangat penting. Kalibrasi pyranometer di dalam ruangan kurang efektif dalam jumlah besar, sehingga perlu diimplementasikan kalibrasi di luar ruangan yang mampu melakukan kalibrasi pyranometer dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini melakukan kalibrasi pyranometer ke pyranometer menggunakan ISO 9847:1992 di luar ruangan dengan konfigurasi jeda 30 detik, maka didapatkan 21 data set dan 15 data seri untuk menghasilkan nilai sensitivitas, yang dilaksanakan di Lembang, Bandung dalam kondisi langit stabil menggunakan 1 pyranometer standar dan 4 pyranometer UUT. Sensitivitas hasil penelitian dibandingkan dengan hasil kalibrasi di dalam ruangan yang menjadi referensi karena telah terakreditasi oleh KAN dengan persamaan percentage difference. Hasil penelitian di Lembang menunjukan bahwa persentase MBD yang tertinggi 3.1% terendah 1,17%. Perbedaan hasil kalibrasi diluar ruangan terhadap referensi yang cukup kecil pada kedua tempat ujicoba pada akhirnya dapat disimpulkan sebagai rujukan pembuatan kegiatan kalibrasi pyranometer di luar ruangan. Dan juga memberikan antusias bagi peneliti untuk melanjutkan pengembangan sistem kalibrasi luar ruangan, yang belum dikembangkan secara maksimal di Indonesia, khususnya di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Kata kunci: kalibrasi, pyranometer, ISO 9847
Analisa dan Pengujian Kenaikan Suhu pada Minyak Ester Sintetis pada Transformator Distribusi 20/0,4 kV Kapasitas Daya 2500 kVA Achmad Sutowo; Agus Sofwan; Baskoro Abie Pandowo
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 34 No 3 (2024): Sainstech : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/stch.v34i3.2247

Abstract

Transformator merupakan peralatan Listrik yang digunakan sebagai penaik dan penurun tegangan pada system arus bolak balik (AC) baik satu fasa maupun tiga fasa. Peralatan tersebut terbangun oleh beberapa komponen utama seperti inti besi, belitan dan cairan pendingin atau yang sering disebut dengan minyak trafo. Minyak trafo sendiri berfungsi sebagai pendingin belitan primer sekunder dan sebagai isolasi antar belitan. Namun seiring dengan pembebanan yang tinggi, umur trafo maka suhu dan peforma minyak trafo cenderung turun. Penelitian ini dilakukan dengan metode adalah menguji besar kenaikan suhu minyak tertinggi atau dengan istilah top-liquid temperature dan top-liquid temperature rise pada trafo distribusi dengan skema berdasarkan standar IEC 60076-2-2011 yang dilakukan pengujian dengan cara injeksi arus pada sisi primer sedangkan sisi sekunder dihubung singkat. Kenaikan suhu rata-rata dari minyak isolasi, khususnya di bagian atas transformator (top liquid temperature rise), saat beroperasi di atas suhu ambien. Metrik ini lebih fokus pada kenaikan suhu yang terjadi di bagian atas transformator, yang seringkali merupakan area di mana suhu cenderung lebih tinggi karena efek termal dari proses operasi transformator. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa besarnya pada uji suhu tertinggi minyak terhadap waktu dengan kondisi tunak suhu tertinggi top-liquid temperature k sebesar 83,2°C dan , dan hasil pengujian suhu kenaikan ( minyak terhadap waktu ketika kondisi keadaan tunak top-liquid temperature rise pada suhu sebesar 54,47 °C. Hasil ini menunjukan terjadi perubahan yang cukup signifikan. Kata kunci: top-liquid temperature, top-liquid temperature rise, keadaan tunak