Fitria Maya Sari
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK MEDIA SOSIAL DALAM BERBAHASA TERHADAP PERILAKU KEBERAGAMAAN GENERASI Z Ainah; Fitria Maya Sari; Nida Ul Huda; Noor Anisa; Noor Halisah; Septhantry Dwi Setyaningrum
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2023): Januari: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i1.55

Abstract

Dampak media sosial terhadap bahasa pada generasi Z pengaruhnya sangatlah besar, sebab media sosial merupakan tempat berkomunikasi yang dapat di akses oleh siapa saja baik itu dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa dan pengguna terbesarnya adalah dari kalangan remaja yang kebanyakannya merupakan generasi Z. Bahasa yang mereka gunakan kerap kali disebut dengan bahasa gaul, bahasa gaul ini juga bisa disebut dengan bahasa yang tidak baku. Saat ini bahasa gaul dapat dengan mudahnya menyebar dan digunakan oleh para remaja, itu disebabkan oleh media sosial yang sangat luas jangkauannya, sehingga bahasa baru yang sedang trend akan dengan mudah diketahui oleh para remaja. Terlepas dari manfaat media sosial sebagai alat komunikasi ataupun sumber berita yang mudah diakses juga mempunyai dampak buruk dalam media sosial terhadap bahasa remaja, di antaranya malasnya remaja untuk berkomunikasi di dunia nyata dalam kehidupan sosial di masyarakat sebab telah terbiasa dengan media sosial. Kebiasaan berkomunikasi di media sosial juga berpengaruh pada kesopanan berbahasa remaja, karena seperti yang kita tahu bahwa bahasa gaul itu merupakan bahasa yang tidak baku dan seringkali penggunaan bahasa yang tidak pantas diucapkan sebagai pelampiasan kata umpatan. Nah, masalah pada generasi sekarang adalah mereka sulit untuk membedakan berbahasa pada media sosial dan dunia nyata sehingga, kebiasaan berbahasa yang buruk itu akan terbawa dalam kehidupan nyata. Ketidak sopanan berbahasa itu juga sering terjadi pada remaja yang tidak peduli aturan dan kebudayaan, jika umumnya kita akan berbicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua, maka mereka yang telah terbiasa dan tidak perduli akan berbahasa semau mereka saja.