Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Jus Terong Pirus Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Lailul Nazah; Monarisa; Lindawati
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jbmc.v4i2.2101

Abstract

Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan sekitar 27,7% ibu hamil mengalami anemia. Prevelensi anemia pada ibu hamil di Kabupaten Solok sebesar 17,22%. Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah kurangnya asupan zat besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Terong Pirus (Solanum Betaceum) Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Panas. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen. Dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Muara Panas bulan Juli 2025. Sampel penelitian sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok kasus. Pengumpulan data dengan menggunakan alat pengukur kadar hemoglobin easytouch GCHB dan lembar observasi. Analisis data secara univariat da bivariat dengan uji Paired T Test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol adalah 10,58 dan 10,34. Dan pada kelompok kasus dengan rata-rata 10,23 dan 11,60. Ada pengaruh pemberian pemberian jus terong pirus terhadap kadar hemoglobin dengan nilai p value = 0.000. Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh pemberian jus terong pirus terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Muara Panas aktif memberikan konseling dan memanfaatkan bahan makanan yang berasal kearifan lokal untuk meningkatkan kadar hemoglobin.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Kelas XI SMA Negeri 2 Padang di Kota Padang Sofia Zahra; Monarisa; Titin Ifayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 8 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i8.2321

Abstract

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar. Di Indonesia, prevalensi dismenore mencapai 72,89%, dengan sekitar 54% terjadi pada remaja putri. Tingkat stres diduga berhubungan dengan kejadian dismenore. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas XI SMA Negeri 2 Padang di Kota Padang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Agustus 2026, sedangkan pengumpulan data dilakukan pada 12–21 Mei 2026. Populasi berjumlah 208 siswi dan sampel sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik Systematic Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres sebanyak 51 orang (75 %) dan dismenore kategori nyeri ringan sebanyak 36 orang (52,9%). Hasil analisis menunjukkan p-value = 0,031(<0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,262, sehingga terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan rendah dan arah positif antara tingkat stres dan kejadian dismenore. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas XI SMA Negeri 2 Padang di Kota Padang Tahun 2026. Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai manajemen stres dan kesehatan reproduksi.