Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Moderasi Beragama Sebuah Solusi dalam Menghadapi Krisis Identitas Agama Noor Azida Batubara; Dewi Yuliyana
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.267

Abstract

Di era globalisasi dan modernisasi, krisis identitas agama menjadi tantangan yang dihadapi banyak individu dan komunitas, terutama di tengah arus informasi yang begitu cepat dan beragam. Fenomena ini sering kali memunculkan ekstremisme, eksklusivisme, atau justru sikap acuh tak acuh terhadap nilai-nilai keagamaan. Moderasi beragama hadir sebagai solusi untuk menyeimbangkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan menghargai keberagaman, tanpa menghilangkan esensi ajaran agama itu sendiri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya moderasi beragama dalam menghadapi tantangan krisis identitas agama, serta implikasinya terhadap penguatan hubungan antar kelompok agama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi moderasi beragama sebagai solusi dalam menghadapi krisis identitas agama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, di mana data yang diperoleh melalui studi literatur dan wawancara dianalisis secara kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berperan penting dalam mengatasi krisis identitas agama dengan menanamkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan kontekstual. Krisis identitas agama sering kali dipicu oleh pemahaman yang ekstrem, baik dalam bentuk radikalisme maupun sekularisme yang berlebihan. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat dijadikan strategi efektif dalam menangani krisis identitas agama, baik dalam lingkup individu maupun sosial. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran lembaga pendidikan, tokoh agama, dan kebijakan pemerintah dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam sistem pendidikan, dakwah, serta regulasi sosial. Selain itu, pemahaman yang lebih inklusif terhadap agama dapat memperkuat kohesi sosial dan mencegah konflik berbasis perbedaan keyakinan.
Kaufman Learning Evaluation Levels Dewi Yuliyana; Sri Wurini Ardhya Garini; Noor Azida Batubara
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.554

Abstract

Proses pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) membutuhkan sistem evaluasi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik serta dinamika sosial. Salah satu model evaluasi yang relevan untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAI adalah model Kaufman yang merupakan pengembangan dari model evaluasi Kirkpatrick. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Kaufman dalam evaluasi pembelajaran PAI dan menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyyah MIS Al-Munawwaroh, Jagawana, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi pada tanggal 15 Agustus 2025, dengan subjek penelitian guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Kaufman dapat mengukur efektivitas pembelajaran PAI pada lima level, yakni input pembelajaran, penguasaan materi, implementasi dalam kehidupan nyata, hasil pada lembaga, serta dampak sosial di masyarakat. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan kerangka evaluasi yang komprehensif bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta berdampak pada peserta didik dan lingkungannya
Ramayana Cikarang : Antara Kepercayaan Lokal, Rezeki, Dan Resiliensi Pedagang M. Alpariji; Noor Azida Batubara; Nur Azizah Zakiah; Amaliyah Sabila Rosyadah; Zumrotussa’adah; Ayu Ardelia
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8409

Abstract

The phenomenon of the strong mental resilience among traders at Ramayana Cikarang reflects a tangible form of psychological endurance and spiritual strength amid a challenging environment. Despite the building’s deteriorating condition, frequent fires, and recurring stories of supernatural disturbances, many traders continue to remain in the same location. Their decision is influenced by economic factors, customer loyalty, and a religious conviction that sustenance (rezeki) is predetermined by Allah SWT. Using the perspective of the psychology of religion, this article explores how religiosity and spiritual beliefs shape the traders’ mental resilience in facing uncertainty and risk. The findings indicate that faith and spiritual meaning serve as primary sources of peace, hope, and courage in confronting difficult situations.
Dinamika Penghidupan Pekerja Sektor Informal : Analisis Kebutuhan Ekonomi, Kerentanan Risiko, dan Adaptasi Spiritual Juru Parkir di Kawasan Pasar Bojong Bekasi Asti Laras Ayu; Noor Azida Batubara; Fauzan Abdul Hafidzh Ma’arif; Alvina Lailatus Sa’adah; Shofiyah Rahmah Zahidah; Diana Andiani; Neneng Nur Maulida
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Maret 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i2.8472

Abstract

The everyday experiences of adolescents working as parking attendants in Bojong Market illustrate how informal workers navigate economic uncertainty in urban public spaces. This study examines how economic pressures, work-related risks, and religious beliefs intersect in shaping their daily lives and coping strategies. Employing a qualitative case study design, data were obtained through direct observation and in-depth interviews with parking attendants operating in the Bojong Market area, Bekasi. The findings indicate that economic necessity remains the primary motivation for engaging in informal work, while irregular income patterns contribute to ongoing financial insecurity. In addition, participants are frequently exposed to occupational risks such as interpersonal conflict, traffic-related accidents, and negative social labeling. Amid these challenges, religious beliefs play a significant role in sustaining emotional endurance and personal meaning. Although economic demands often limit the consistent performance of formal religious practices such as daily prayers, values related to Tawakal (trust in God) and Rezeki (divinely granted livelihood) function as important sources of resilience. These beliefs help individuals rationalize uncertainty, affirm the legitimacy of their work, and preserve optimism. This study offers insight into the ways informal workers integrate spiritual understanding into their strategies for resilience and identity formation under conditions of economic vulnerability.