Meisani, Sagita
Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORMULASI DEODORAN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus epidermidis Meisani, Sagita
PARMACEUTICAL AND TRADITIONAL MEDICINE Vol 2, No 2 (2018): Pharmaceutical and Traditional Medicine
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal yang dominan terdapat pada kulit, terutama kulit ketiak yang menimbulkan bau badan. Sediaan kosmetika deodorant adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dapat digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi bau badan yang tidak sedap. Sediaan deodorant  cair ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava) dapat berfungsi sebagai antibakteri Staphylococcus epidermidis penyebab bau badan. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan cara membuat formulasi deodorant ekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi yang berbeda, kemudian dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH dan uji iritasi pada sediaan deodorant dan uji daya hambat bioassay guna mengetahui aktifitas antibakteri sediaan deodorant. Berdasarkan hasil uji organoleptik,  deodorant yang dihasilkan memiliki aroma yang khas mengikuti aroma parfum dan masih bersifat heterogen. Berdasarkan uji pH, pH deodorant berturut-turut 5, 6, 6, 6, 7. Berdasarkan hasil uji iritasi terhadap 5 orang laki-laki dan perempuan menghasilkan tidak adanya reaksi iritasi.  Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa sediaan deodorant cair ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) dapat sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis bakteri penyebab bau badan dengan kategori berturut-turut sensitifitas sedang (50%), sensitifitas rendah (20%), resisten (10%, 5%, dan 1%). Dan memiliki diameter berturut-turut sebesar 9,66 mm, 6,33 mm, 5,16 mm, 4,33 mm dan 2,16 mm, antibiotik khloramphenicol (K+) sebesar 19,66 mm dan DMSO (K-) sebesar 0 mm.Â