Erwin Ernadi
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Sari Mulia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN PERAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN: MEMBANGUN AGENT OF CHANGE SEHAT-MANDIRI MELALUI MEDIA DIGITAL DAN BUDAYA Septyan Eka Prastya; Nurul Hidayah; Analisa Analisa; Erwin Ernadi; Norliana Ekawati; Evita Panca Putria; Wulandari Febriani; Theresia Kurniati Seran
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.16869

Abstract

Rendahnya pengetahuan santriwati terkait kesehatan ditambah dengan terjadinya penularan demam dengue merupakan permasalahan yang dihadapi di lingkungan pondok pesantren Ath-Thohiriyyah. Sekitar 90% santriwati tidak memahami tentang stunting dan pencegahannya, serta 30% berpotensi menikah di usia dini, yang dapat berdampak meningkatkan risiko kejadian stunting. Selain itu, sebagian besar santriwati berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah akan tetapi belum pernah mendapatkan pendampingan tentang kewirausahaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah bertujuan untuk memberdayakan pengurus Organisasi Santriwati Intra-Madrasah (OSIM) sebagai agen perubahan sehat-mandiri melalui pendekatan medikal berbasis media digital dan kultural. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan penerapan teknologi informasi, serta edukasi kesehatan mengenai pencegahan stunting dan pernikahan dini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan santriwati, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai lebih dari 90%. Aplikasi Smart Larvae Risk Predictor berhasil diimplementasikan, memungkinkan santriwati melakukan pemantauan jentik secara terprogram. Pendekatan kultural melalui seni lokal terbukti efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan, menjadikan materi lebih mudah dipahami. Program ini meningkatkan kesadaran kesehatan dan mendorong kemandirian santriwati dalam mengelola kesehatan dan kewirausahaan.