Pertumbuhan penduduk yang pesat di Indonesia mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Pengendalian kelahiran telah dilakukan, namun belum cukup meningkatkan kualitas hidup. Antara tahun 2010 dan 2020, penduduk Indonesia bertambah 32,56 juta jiwa, meskipun pertumbuhannya sedikit menurun. Faktor-faktor seperti tingkat kelahiran, tingkat kematian, dan pendidikan yang rendah berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut. Masalah kependudukan, seperti rendahnya kesadaran akan hak-hak reproduksi dan partisipasi pria dalam program keluarga berencana, memperburuk situasi. Di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Murung Raya, ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan lingkungan menjadi perhatian. Pemerintah daerah menanggapi hal ini dengan membuat desain besar pembangunan kependudukan untuk tahun 2022-2047, termasuk pengendalian jumlah penduduk, peningkatan kualitas, dan penataan persebaran. Namun, implementasi program keluarga berencana terhambat, termasuk kurangnya pemahaman masyarakat dan sumber daya manusia yang terbatas. Penyuluh keluarga berencana membutuhkan dukungan lebih lanjut melalui pendidikan dan infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyuluh KB pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di Kabupaten Murung Raya dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif tentang kinerja penyuluh KB pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di Kabupaten Murung Raya.