Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Building Humanitarian Awareness in Combat Zones: The Urgency of Humanitarian Law Education for Military Personnel Bambang Apriyanto; Teguh Wibowo; Tarsisius Susilo; Benny L . Limbong; Agus Soeprianto
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i6.1792

Abstract

Konflik bersenjata yang terus terjadi di berbagai belahan dunia menegaskan pentingnya penerapan hukum humaniter internasional guna melindungi martabat manusia, khususnya warga sipil dan pihak-pihak yang tidak turut serta dalam pertempuran. Dalam konteks tersebut, personel militer memegang peran sentral dalam memastikan norma-norma kemanusiaan dijunjung tinggi di medan tempur. Sayangnya, pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter masih kerap ditemukan, baik karena kelalaian maupun kurangnya pemahaman akan etika hukum perang. Hal ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan pendidikan hukum humaniter yang komprehensif di lingkungan militer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pendidikan hukum humaniter bagi anggota militer serta menelaah efektivitas program pelatihan di beberapa negara yang telah berhasil menerapkannya. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yang didukung oleh analisis deskriptif terhadap dokumen resmi, laporan organisasi internasional, serta jurnal akademik yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik interpretatif-kritis untuk mengevaluasi korelasi antara pendidikan hukum humaniter dan penurunan tingkat pelanggaran di medan perang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara-negara yang secara sistematis mengintegrasikan hukum humaniter ke dalam kurikulum pelatihan militer, seperti Swiss dan Jerman, mengalami penurunan signifikan dalam insiden pelanggaran perang oleh tentaranya. Pendidikan yang menekankan pada simulasi situasional, studi kasus, dan refleksi moral terbukti mampu membentuk kesadaran kemanusiaan yang lebih kuat pada diri prajurit. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan hukum humaniter tidak hanya membekali personel militer dengan pengetahuan normatif, tetapi juga mendorong internalisasi nilai etis dalam setiap tindakan operasional mereka. Kesimpulannya, pendidikan hukum humaniter merupakan elemen krusial dalam membentuk militer yang profesional dan humanis. Untuk itu, dibutuhkan penguatan program pelatihan yang adaptif terhadap dinamika konflik modern, termasuk penggunaan teknologi dan keterlibatan aktor non-negara, agar prinsip-prinsip kemanusiaan tetap tegak di tengah kekacauan perang.
Implementasi Prinsip-Prinsip Etika Klasik Jus In Bello dalam Hukum Humaniter Internasional 2022-2025: Studi Kasus Konflik Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina Dwi Atmojo; Ranto Ucok Panggabean; Tarsisius Susilo; Benny Limbong; Agus Soeprianto
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 1 (2025): Tema Hukum Internasional dan Perbandingan Hukum
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i1.1133

Abstract

This research evaluates the interpretation and implementation of the principles of jus in bello: distinction, proportionality, military necessity, and precaution in the Russia–Ukraine and Israel–Palestine conflicts. The analysis results reveal the frequent violations of the principles of distinction and proportionality due to claims of strategic necessity, as well as the failure of precautionary measures in minimizing civilian casualties. Although the enforcement framework of IHL through the UN, ICJ, and ICC is strong normatively, its effectiveness is hindered by politics and resources. In conclusion, the enforcement of jus in bello requires more effective international coordination, clear new weapon regulations, and the cultivation of HHI compliance among the military.
Implementasi Prinsip Hukum Humaniter Internasional dan Etika Militer dalam Konflik Rusia-Ukraina (2014-2025): Pendekatan Normatif-Yuridis dan Historis-Kritis Nur Wahyudi; Nurulloh Zemy Prasetyo; Tarsisius Susilo; Benny Limbong; Agus Soeprianto
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 1 (2025): Tema Hukum Internasional dan Perbandingan Hukum
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i1.1136

Abstract

This research analyzes the application of International Humanitarian Law principles (distinction, proportionality, humanity, military necessity) in the Russia–Ukraine conflict (2014–2025), identifies serious violations (bombing of civilian facilities, prohibited weapons, forced deportation), and explores contemporary military ethical reflections related to the use of autonomous drones, cyber operations, and the Internet of Battlefield Things. The results show distortions in the implementation of IHL in operational "grey zones," the low effectiveness of international law enforcement, and the emergence of new moral dilemmas in war technology. In conclusion, adaptive enforcement mechanisms and adequate ethical frameworks are needed to safeguard civilian protection in modern conflicts.