Kasmana Disastra
Universitas Teknologi Sumbawa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN TUKANG TERHADAP GAMBAR KERJA 2D DAN 3D PADA PROYEK KONSTRUKSI Kasmana Disastra
J-CENTAL Vol 2 No 2 (2024): Edisi 3
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jcental.v2i2.4523

Abstract

Gambar kerja 2D dan 3D memiliki peran krusial dalam proyek konstruksi, menjabarkan detail teknis yang mendefinisikan desain menjadi struktur fisik. Meski gambar 2D memberikan instruksi yang spesifik, gambar 3D memberikan visualisasi holistik dalam tiga dimensi. Pentingnya kedua jenis gambar ini tercermin dalam pembangunan Masjid Jami’ Pondok Pesantren Abu Hurairah, namun kekurangan gambar 2D menghadirkan potensi kendala dalam konstruksi. Kurangnya gambar 2D dapat mempengaruhi perencanaan, koordinasi konstruksi, dan izin. Pemahaman tukang terhadap gambar kerja menjadi penting; penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman mereka terhadap gambar kerja 2D dan 3D dalam proyek pembangunan Masjid Jami’ Leseng, untuk mengidentifikasi faktor pengaruhnya dan menawarkan rekomendasi peningkatan. Berdasarkan hasil analisis Pemahaman tukang terhadap gambar 2D dan 3D pada proyek pembangunan Pondok Pesantren Abu Hurairah di Deasa Leseng Kabutaen Sumbawa, dengan hasil analiss pemahaman tukang terhadap gambar kerja 3D persentase Rata-rata sebesar 48,82% dengan kategori cukup paham, sedangkan pemahaman tuang terhadap gambar kerja 2D persentase Rata-rata sebesar 63,04% dengan kategori Memahami. Artinya tukang cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap gambar kerja 2D daripada gambar 3D. Ini bisa disebabkan oleh faktor pengalaman, pelatihan, atau kebiasaan dalam menggunakan gambar 2D secara lebih luas.Karna menurut UU NO. 2 tentang jasa konstruksi yang ber bunyi sertifikat kompetensi kerja adalah tanda bukti pengakuan kompetensi tenaga kerja konstruksi yang dimana tukang mewajibkan untuk sertifikasi kompetensi.