Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Pengurangan Biaya Atas Aktivitas Non-Value Added Menggunakan Analisis Value Stream dan Dampaknya Terhadap Perhitungan Breakeven Point PT.X (Studi Kasus Pada Perusahaan Trucking PT.X) Maria Ekrista Oktaviana Dewi; Dwi Hartanti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.7138

Abstract

Penelitian dilakukan pada perusahaan jasa trucking PT.X. Perusahaan tersebut telah mengalami kerugian selama lima tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan solusi atas permasalahan yang ada pada perusahaan melalui pengurangan biaya dan penentuan titik breakeven. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan metode kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisi value stream dan analisis breakeven point. Analisis value stream digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas non-value added yang dapat dieliminasi atau dikurangkan dengan tujuan pengurangan biaya. Sedangkan analisis breakeven point digunakan untuk menentukan jumlah volume penjualan yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai titik impas. Selanjutnya, hasil pengurangan biaya dari analisis value stream digunakan sebagai pengurang biaya dalam perhitungan breakeven. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat diidentifikasi aktivitas non-value added yang dapat menjadi pengurang biaya. Berdasarkan hasil perhitungan breakeven point, didapatkan bahwa perusahaan perlu menambah 56% volume penjualan untuk dapat mencapai titik breakeven. Selain itu, berdasarkan pengurangan biaya atas aktivitas non-value added dapat menurunkan titik breakeven perusahaan
An Individual-Based Approach to Mapping Safety Culture in the Manufacturing Sector: A Case Study at PT MNO Hernanda Melia Cholis; Dwi Hartanti
Greenation International Journal of Economics and Accounting Vol. 3 No. 1 (2025): Greenation International Journal of Economics and Accounting (March - May 2025)
Publisher : Greenation Research & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/gijea.v3i1.370

Abstract

This study aims to evaluate the safety culture in the manufacturing sector through an individual-based approach using the Attitude-Behaviour-Culture Model and the Risk Type Compass to map employees' risk characteristics.. The company studied is PT MNO, a manufacturing company in West Java with a high accident rate in its production division. This approach identifies attitudes, behaviors, and values that contribute to the formation of a safety culture. Data were collected using a questionnaire distributed to 51 employees in the production division, with 37 responses received. The results indicate that the majority of employees exhibit conservative (prudent) and analytical (deliberate) risk characteristics, which foster a systematic and compliant safety culture. However, this culture tends to be less flexible in adapting to fast-changing work environments. The study recommends strengthening attitude-based training, providing psychological support to reduce anxiety, and developing emergency decision-making procedures to create a more adaptive and innovative safety culture. These findings provide valuable insights for enhancing safety risk management in the manufacturing sector.
The Evaluation Sustainability Strategy in Independent Power Producer PT XYZ Rahadi Rahadi; Dwi Hartanti
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 3 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Febru
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i3.6123

Abstract

evaluates the sustainability strategy and its implementation in PT XYZ, a private power producer in Indonesia. The aim is to assess the strength of the strategy and to examine how far it is executed at the organizational level. A qualitative single case study uses internal document analysis with key personnel in economic, social, environmental, and governance functions. Strategy is assessed with framework of Wardhani and Rahadian, while implementation is analyzed using the strategy execution principles of Thompson et al. The results show that PT XYZ fulfils 85 percent of strategy indicators, with strengths in stakeholder engagement, strategic view, and economic and social strategies, but implementation reaches only around 40 percent because governance, leadership, staged planning, and sustainability culture remain weak. that PT XYZ must strengthen organizational capabilities to narrow the gap between strategy design and execution. 
Analysis of bank “X” business plan: Assessment of process appropriateness and evaluation of manager motivation Elizabeth Tri Utami Kurniawati; Dwi Hartanti
The Indonesian Accounting Review Vol. 14 No. 1 (2024): January - June 2024
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/tiar.v14i1.3845

Abstract

The bank business plan is a short and medium term bank strategic planning tool that must be prepared by the bank annually. The bank business plan functions not only as a company strategic planning tool for internal purposes, but also as a compliance report to relevant government agencies. With these two different functions, managers have the task of ensuring that the information in the bank business plan meets government compliance and does not reduce the company’s superiority in the banking industry. Therefore, this research aims to evaluate the accuracy and suitability of the process in preparing the bank business plan and analyze the motivation for disclosing information in the bank business plan. This research is a pioneering study that evaluates the process of preparing a bank business plan from the perspective of the bank business plan as a strategic planning tool and relates it with an analysis of motivation to disclose information using the perspective of the bank business plan as a regulatory compliance tool. This research uses a case study method with Bank “X” as the unit of analysis. The results of this research indicate that the business plan preparation process at Bank “X” has met 80% of the appropriateness criteria for the strategic plan process. Meanwhile, the motivation to disclose information in Bank “X”’s business plan tends to indicate a signal of intent. This research also reveals several things that can improve the process of preparing a bank business plan and its benefits for Bank “X”.
Usulan Penerapan Balanced Scorecard (BSC) pada Koperasi X Sania Samir; Dwi Hartanti
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i3.7516

Abstract

Koperasi memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, meskipun jumlahnya mengalami penurunan pasca-2017 akibat kebijakan restrukturisasi yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kelembagaan, sementara kontribusinya terhadap PDB masih relatif terbatas. Studi kasus pada Koperasi X menunjukkan kinerja keuangan yang positif, tercermin dari peningkatan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar 235% pada periode 2023–2024, namun capaian tersebut belum diikuti oleh peningkatan partisipasi anggota serta masih didukung oleh sistem pengukuran kinerja yang berfokus pada aspek administratif keuangan dan belum mencerminkan kinerja strategis secara menyeluruh, sehingga menimbulkan kesenjangan kinerja. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran kinerja yang komprehensif melalui pendekatan kualitatif studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis dokumen, serta menggunakan analisis SWOT yang diintegrasikan ke dalam kerangka Balanced Scorecard (BSC). Hasil penelitian menghasilkan rancangan sistem pengukuran kinerja berbasis BSC yang terstruktur dalam matriks empat perspektif dengan 15 Key Performance Indicators (KPI) terukur, yang diharapkan dapat menjadi alat manajemen strategis untuk meningkatkan kinerja, tata kelola, loyalitas anggota, dan kapabilitas SDM secara berkelanjutan sesuai dengan visi koperasi yang mandiri dan professional.
Analisis Pengurangan Biaya Atas Aktivitas Non-Value Added Menggunakan Analisis Value Stream dan Dampaknya Terhadap Perhitungan Breakeven Point PT.X (Studi Kasus Pada Perusahaan Trucking PT.X) Maria Ekrista Oktaviana Dewi; Dwi Hartanti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.7138

Abstract

Penelitian dilakukan pada perusahaan jasa trucking PT.X. Perusahaan tersebut telah mengalami kerugian selama lima tahun terakhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan solusi atas permasalahan yang ada pada perusahaan melalui pengurangan biaya dan penentuan titik breakeven. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan metode kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisi value stream dan analisis breakeven point. Analisis value stream digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas non-value added yang dapat dieliminasi atau dikurangkan dengan tujuan pengurangan biaya. Sedangkan analisis breakeven point digunakan untuk menentukan jumlah volume penjualan yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai titik impas. Selanjutnya, hasil pengurangan biaya dari analisis value stream digunakan sebagai pengurang biaya dalam perhitungan breakeven. Hasil dari penelitian ini yaitu dapat diidentifikasi aktivitas non-value added yang dapat menjadi pengurang biaya. Berdasarkan hasil perhitungan breakeven point, didapatkan bahwa perusahaan perlu menambah 56% volume penjualan untuk dapat mencapai titik breakeven. Selain itu, berdasarkan pengurangan biaya atas aktivitas non-value added dapat menurunkan titik breakeven perusahaan