Sanitasi berhubungan erat dengan kesehatan lingkungan yang dapat memengaruhi derajat kesehatan masyarakat meningkatnya penularan penyakit lingkungan berbasis lingkungan seperti diare. Penyakit diare sering menyerang balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Tujuan bertujuan untuk menganalisis hubungan penyediaan air bersih, jamban, SPAL, dan pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitan ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Populasi penduduk balita berjumlah 296 balita dengan sampel berjumlah 35 sampel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan: penyediaan air bersih, penggunaan jamban, SPAL dan pembuangan sampah, variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian diare pada balita. analisa data dilakukan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat serta metode uji yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian uji hubungan menunjukkan bahwa penyediaan air bersih (p=0,001), penggunaan jamban (p=0,001), SPAL (p=0,001), dan pembuangan sampah (p=0,001). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara penyediaan air bersih, jamban, SPAL, dan pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. .