Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Iklim Kerja TKBM di Pelabuhan Kota Manado (Studi Deskriptif) Gloriya Bida Pasolang; Oksfriani J. Sumampouw; Jootje M. L. Umboh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2562

Abstract

Iklim kerja yang panas dapat memengaruhi kondisi fisiologis pekerja, termasuk peningkatan detak jantung yang berisiko terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim kerja dan detak jantung pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran langsung menggunakan Heat Stress Monitor untuk mengukur suhu lingkungan dan pulse oximeter untuk mengukur detak jantung pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu lingkungan kerja adalah 27,7°C, dengan nilai minimum 26,4°C dan maksimum 29,6°C. Sementara itu, rata-rata detak jantung pekerja tercatat sebesar 97,35 bpm, dengan nilai minimum 80 bpm dan maksimum 124 bpm. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara peningkatan suhu lingkungan dan peningkatan detak jantung pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi iklim kerja yang panas dapat menyebabkan beban kerja fisiologis yang lebih tinggi. Penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan lingkungan kerja yang lebih baik untuk menjaga kesehatan pekerja. Oleh karena itu, disarankan agar Koperasi TKBM menyediakan fasilitas istirahat yang memadai, akses air minum yang cukup, serta pakaian kerja yang sesuai untuk mengurangi dampak stres akibat paparan panas. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak subjek dari berbagai pelabuhan dan menggunakan teknologi pemantauan detak jantung yang lebih canggih untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara Jully T. D. Rondonuwu; Oksfriani J. Sumampouw; Grace D. Kandou
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.620

Abstract

Sanitasi berhubungan erat dengan kesehatan lingkungan yang dapat memengaruhi derajat kesehatan masyarakat meningkatnya penularan penyakit lingkungan berbasis lingkungan seperti diare. Penyakit diare sering menyerang balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Tujuan bertujuan untuk menganalisis hubungan penyediaan air bersih,  jamban, SPAL, dan pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitan ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Populasi penduduk balita berjumlah 296 balita dengan sampel berjumlah 35 sampel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan: penyediaan air bersih, penggunaan jamban, SPAL dan pembuangan sampah, variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian diare pada balita. analisa data dilakukan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat serta metode uji yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian uji hubungan menunjukkan bahwa penyediaan air bersih (p=0,001), penggunaan jamban (p=0,001), SPAL (p=0,001), dan pembuangan sampah (p=0,001). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara penyediaan air bersih,  jamban, SPAL, dan pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. .