Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Activity Based Costing : Efisiensi Biaya Produksi Atau Pemborosan Biaya Perusahaan? Rafi Fadhlurrahman; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2575

Abstract

Penelitian ini merupakan systematic literature review (SLR) yang bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode Activity-Based Costing (ABC) terhadap efisiensi biaya produksi dalam konteks perusahaan. Dengan menganalisis 40 artikel yang terindeks di Scopus yang relevan dengan topik ini, penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan metode ABC dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi. Namun, hasil tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk cara implementasi dan dukungan infrastruktur yang ada. Ketika metode ABC diterapkan dengan benar dan disertai dengan infrastruktur yang memadai, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksinya dan mengurangi pemborosan biaya. Sebaliknya, penelitian ini juga menemukan bahwa bagi perusahaan berskala kecil yang tidak memiliki infrastruktur yang cukup, penerapan metode ABC dapat menjadi sumber pemborosan biaya. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya awal untuk implementasi dan kompleksitas yang melekat pada metode ini. Perusahaan-perusahaan kecil sering kali menghadapi tantangan dalam memahami dan menerapkan metode ABC secara efektif, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam analisis biaya dan pengambilan keputusan yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan ukuran dan kapasitas perusahaan dalam memutuskan untuk menerapkan metode ABC. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi manajer dan pemangku kepentingan dalam menentukan strategi pengelolaan biaya yang lebih efisien dan efektif.
Kebijakan Desentralisasi: Mensejahterakan atau Memiskinkan? Rafi Fadhlurrahman; Hendri Ka Utama; Zuardiansyah Adi Purnama; Luk Luk Fuadah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 3: Maret 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i3.15917

Abstract

Desentralisasi sebagai instrumen kebijakan global menuai perdebatan apakah mensejahterakan atau memiskinkan masyarakat akibat polarisasi dampaknya. Penelitian ini bertujuan mensintesis literatur untuk menganalisis pengaruh kualitas institusi terhadap hasil desentralisasi. Jenis penelitian kualitatif dengan desain Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA dan Teori Institusional. Populasi artikel Scopus Q1-Q4 periode 2015-2025; sampel 27 artikel purposive dari Indonesia, India, Filipina. Instrumen protokol PRISMA dan tabel tematik; teknik content analysis tematik untuk pola polarisasi. Hasil menunjukkan desentralisasi meningkatkan efisiensi layanan dan kurangi kemiskinan di institusi matang, tetapi picu korupsi di institusi rapuh. Kesimpulan menekankan prasyarat tata kelola lokal untuk dampak inklusif.
Activity Based Costing : Efisiensi Biaya Produksi Atau Pemborosan Biaya Perusahaan? Rafi Fadhlurrahman; Mukhtaruddin Mukhtaruddin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i3.2575

Abstract

Penelitian ini merupakan systematic literature review (SLR) yang bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode Activity-Based Costing (ABC) terhadap efisiensi biaya produksi dalam konteks perusahaan. Dengan menganalisis 40 artikel yang terindeks di Scopus yang relevan dengan topik ini, penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan metode ABC dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi. Namun, hasil tersebut tergantung pada beberapa faktor, termasuk cara implementasi dan dukungan infrastruktur yang ada. Ketika metode ABC diterapkan dengan benar dan disertai dengan infrastruktur yang memadai, perusahaan dapat mengoptimalkan proses produksinya dan mengurangi pemborosan biaya. Sebaliknya, penelitian ini juga menemukan bahwa bagi perusahaan berskala kecil yang tidak memiliki infrastruktur yang cukup, penerapan metode ABC dapat menjadi sumber pemborosan biaya. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya awal untuk implementasi dan kompleksitas yang melekat pada metode ini. Perusahaan-perusahaan kecil sering kali menghadapi tantangan dalam memahami dan menerapkan metode ABC secara efektif, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam analisis biaya dan pengambilan keputusan yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan ukuran dan kapasitas perusahaan dalam memutuskan untuk menerapkan metode ABC. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi manajer dan pemangku kepentingan dalam menentukan strategi pengelolaan biaya yang lebih efisien dan efektif.