Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Desain Pola Lengkung Pada Interior Lobby Kantor: Peningkatan Estetika, Fungsi, Dan Pengalaman Pengguna Ahmad Ghazy Dananjaya
Rachana Interior Vol. 2 No. 01 (2025): April
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/rachanainterior.v2i01.27

Abstract

Desain melengkung telah menjadi inovasi yang diterapkan dalam proyek desain interior Kantor Japfa Group, Jakarta Barat, untuk menciptakan ruang yang lebih dinamis dan menarik. Latar belakang penerapan elemen melengkung ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk menciptakan ruang kerja yang mampu meningkatkan kenyamanan, estetika, dan fungsionalitas bagi para penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penggunaan elemen melengkung pada interior lobby kantor, dengan fokus pada peningkatan pengalaman pengguna dan penciptaan suasana yang lebih ramah serta mendukung interaksi kolaboratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis penerapan elemen lengkung pada desain interior Kantor Japfa Group, khususnya ruang lobby dan resepsionis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengunjung, karyawan, dan desainer interior, serta studi dokumentasi desain ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen melengkung tidak hanya memberikan nilai estetika yang signifikan, tetapi juga memperbaiki alur pergerakan dan menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan nyaman. Inovasi desain melengkung ini memberikan kebaharuan dalam konteks desain interior kantor, dimana penerapannya berhasil meningkatkan kualitas ruang dari segi estetika, fungsi, dan kenyamanan pengguna.  
The Clash of Legal-Formal Norms and Local Wisdom Regarding the Challenge of Recognizing the Living Space of Local Tribes in the Indonesian Capital Ahmad Ghazy Dananjaya
Al-Hukumah: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-hukumah.v2i3.42

Abstract

This research aims to explore the tension between technocratic state legal norms and customary norms (local wisdom) in the process of recognizing the living spaces of indigenous communities in the Nusantara Capital City (IKN). Through the lens of group dynamics and legal pluralism, this study dissects how administrative verification mechanisms often fail to capture the sociological existence of unwritten customary law. Utilizing a qualitative single case study approach, data were collected through in-depth interviews with 122 Multiple Helix informants and legal documentation studies. The research findings reveal the phenomenon of "administrative violence," where the requirement for proof of customary land (ulayat) in the form of digital maps and formal documents becomes an existential barrier for local communities. Although IKN has successfully instilled modern disciplinary norms, there is a massive gap in embracing authentic socio-cultural legitimacy. The research recommends the relaxation of customary evidentiary requirements based on oral testimony and anthropological evidence to realize a just "City for All" vision.