Muhamad Yahya
UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Profesionalisme Guru Hak Diperjuangkan, Tugas Dilaksanakan Afifah Ifa; Mesta Febiola Amanda; Muhamad Yahya
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan elemen utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Namun, ketimpangan antara hak dan kewajiban guru masih menjadi permasalahan klasik yang menghambat pembangunan profesionalisme mereka. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara konseptual hubungan antara profesionalisme guru dengan pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemenuhan hak seperti penghasilan layak, perlindungan hukum, dan pelatihan berkelanjutan sangat memengaruhi motivasi dan kinerja guru. Di sisi lain, guru memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam mendidik, membimbing, dan menilai peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi sistemik yang mampu menjembatani hak dan tugas secara proporsional. Kesimpulannya, profesionalisme guru hanya dapat dibangun jika hak dan kewajiban berjalan seimbang dan saling mendukung.
Membangun Guru Bermartabat: Strategi Penguatan Adab Dan Kode Etik Dalam Pendidikan Gian Harsa; Stevani Immelia Putri; Muhamad Yahya
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam pentingnya penguatan adab dan kode etik dalam profesi keguruan sebagai strategi membangun karakter guru yang bermartabat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kepustakaan sebagai metode utama, mengacu pada berbagai sumber ilmiah dan perspektif tokoh pendidikan. Adab diuraikan sebagai landasan moral dalam perilaku guru, mencakup niat yang tulus, cinta terhadap ilmu, kasih sayang kepada siswa, dan penyampaian materi yang efektif. Sementara itu, kode etik diposisikan sebagai pedoman normatif yang mengatur tanggung jawab profesional guru dalam dunia pendidikan. Artikel ini juga menyajikan strategi sistematis dalam penguatan adab dan kode etik melalui lima tahapan pelatihan, yaitu analisis kebutuhan, penentuan sasaran, penetapan isi program, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Dengan menerapkan pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menjadi teladan dalam intelektualitas, moralitas, serta integritas. Kesimpulan artikel menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada penguasaan materi ajar, tetapi juga pada karakter dan etika pendidik itu sendiri.
Profesionalisme Guru Di Era Digital Menghadapi Gen Z Melaluikolaborasi Dan Pembelajaran Berorientasi Pada Siswa Kayana Tantri; Yuriza Rahmahayati; Muhamad Yahya
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Guru di era digital dituntut untuk beradaptasi dan menunjukkan profesionalisme dalam menghadapi karakteristik Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya profesionalisme guru di era digital melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif dan berorientasi pada siswa. Generasi Z memiliki karakteristik unik, seperti kecenderungan menggunakan teknologi, berpikir kritis, dan menyukai kebebasan dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif dan fleksibel. Dengan pemanfaatan teknologi dan kerja sama antara guru dan siswa, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Profesionalisme guru tidak hanya mencakup penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mengelola kelas digital, berkomunikasi dengan siswa, dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai.
Dilema Moral Guru di Era Digital dalam Perspektif Etika Deontologi dan Konsekuensialis Jeli; Fariska Nurjannah; Muhamad Yahya
Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Transformasi Pendidikan Dasar
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menghadirkan tantangan moral baru bagi guru, terutama dalam menjaga integritas akademik, perlindungan data pribadi siswa, serta keadilan dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dilema moral yang dihadapi guru di era digital melalui pendekatan etika deontologi dan konsekuensialis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, mengkaji literatur filsafat moral, etika profesi, dan praktik pendidikan digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru sering menghadapi pilihan etis yang kompleks, seperti penyesuaian nilai akibat perpaduan akses teknologi atau penggunaan kecerdasan buatan oleh siswa. Etika deontologi menekankan pentingnya mematuhi prinsip moral universal, sementara etika konsekuensialis mengutamakan dampak positif dari tindakan. Integrasi keduanya direkomendasikan agar guru mampu mengambil keputusan yang adil dan bertanggung jawab dalam konteks digital. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendidikan etika digital dalam pelatihan profesional guru serta pembentukan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap dinamika teknologi. Dengan pendekatan etis yang reflektif dan komprehensif, guru dapat menjaga peran moralnya sebagai pendidik sekaligus agen pembentuk karakter di tengah kompleksitas dunia digital.
Analisis Komparatif antara Pola Asuh Qur’ani dan Toxic Parenting pada Masa Golden Age Anak Nadhira Zahra Ikrima; Nabila Mailany Sukma; Qurratul ‘Aini; Muhamad Yahya
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/vt6hnh48

Abstract

The golden age is a crucial period in a child's development, crucial for the formation of personality, basic skills, and character. Optimizing child development at this time is highly dependent on family parenting patterns. The purpose of this study is to compare Qur'anic parenting patterns with poor parenting patterns that emphasize values ​​such as compassion, role models, good communication, and moral-based education in accordance with Islamic teachings. In contrast, poor parenting patterns are characterized by authoritarian attitudes, lack of empathy, excessive control, and behaviors that can hinder a child's psychological development. This research was conducted using a qualitative approach and is a literature review. It examined various sources, such as the Quran and Hadith, as well as scientific literature on parenting and child development. The results indicate that Qur'anic parenting patterns have a positive impact on a child's emotional, social, and spiritual development and foster a balanced character. Conversely, unhealthy parenting can have negative effects such as low self-confidence, emotional disturbances, and difficulties in social interactions. Therefore, implementing Qur'anic parenting patterns is the best way to support a child's growth and development during the golden age. Abstrak Masa golden age merupakan periode penting dalam perkembangan anak, sangat menentukan pembentukan kepribadian, kemampuan dasar, dan karakter. Mengoptimalkan perkembangan anak saat ini sangat bergantung pada pola asuh keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pola asuh Qur'ani dengan pola asuh buruk yang menekankan nilai-nilai seperti kasih sayang, keteladanan, komunikasi yang baik, dan pendidikan berbasis akhlak sesuai ajaran Islam. Sebaliknya, pola asuh buruk ditandai dengan sikap otoriter, kurangnya empati, kontrol berlebihan, dan perilaku yang dapat menghambat perkembangan psikologis anak. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan merupakan jenis studi kepustakaan. Penelitian ini melihat berbagai sumber, seperti Al-Qur'an dan hadis, serta literatur ilmiah tentang parenting dan perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh Qur'ani memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan spiritual anak serta membentuk karakter yang seimbang. Sebaliknya, pengasuh yang tidak sehat dapat memiliki efek negatif seperti rendahnya kepercayaan diri, gangguan emosional, dan kesulitan dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, penerapan pola asuh Qur'ani adalah cara terbaik untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan baik selama masa golden age.