Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBER PERCEPTIONS ON BUSINESS CAPITAL FINANCING PRODUCTS IN EMPOWERING MICRO, SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES AT BAITUL MAAL WAT TAMWIL "UMMAT SEJAHTERA ABADI" NALUMSARI BRANCH Dewi Laras; Supardi Supardi; Yunus Mustaqim
JURNAL PROFIT Vol 9, No 1 (2025): Economic And Development
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v9i1.11293

Abstract

The financial system in Indonesia continues to progress, especially in financial institutions based on Sharia. Sharia Microfinance Institutions actors develop along with an increase in turnover which is influenced by member perceptions of a product. The product that is often used by MSME players is a business capital financing product that can assist in capital. However, some people still cooperate with conventional financial institutions that have elements of ribawi which are prohibited by Islam in the Al-Qur'an and As-Sunnah because they are considered detrimental to one party. Therefore, the presence of BMT is needed because it can be an alternative solution for business people who need additional capital without worrying about usury. This study aims to describe the perception of members on business capital financing products in empowering MSMEs at BMT Ummat Sejahtera Abadi Nalumsari Branch. This study applies a type of field research with a qualitative approach and descriptive method. The data obtained in this study is in accordance with the facts that occurred at BMT Ummat Sejahtera Abadi Nalumsari Branch obtained through observation, interviews with branch heads, marketing employees and 5 members on business capital financing products and documentation. Data analysis is done by reducing data, presenting data and verification and conclusions. Member perceptions related to business capital financing products available at BMT Ummat Sejahtera Abadi Nalumsari Branch obtained good results, evidenced by an increase in the number of members by 1,34% and progress on the business being carried out. This perception is influenced by the quality of service and the price of a product that can be calculated because the margin or service provided tends to be low.
KUALITAS LAYANAN SYARI’AH, KELOMPOK SOSIAL DAN KEMUDAHAN ADMINISTRASI TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI ANGGOTA BMT SURYA SEKAWAN KUDUS Supardi Supardi; Yunus Mustaqim; Nadiya Nur Husniyah
Jurnal Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol 6, No 2 (2025): JURNAL EKONOMI SYARIAH DAN AKUNTANSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jeisa.v6i2.3150

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada BMT Surya Sekawan yang mengalami fluktuasi jumlah anggota pada periode 2020–2024. Tujuannya adalah menganalisis pengaruh kualitas layanan syari’ah, kelompok sosial, dan kemudahan administrasi terhadap keputusan masyarakat menjadi anggota. Penelitian menggunakan metode explanatory research dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 100 responden yang dipilih melalui probability sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel berpengaruh positif signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap keputusan menjadi anggota. Faktor yang paling dominan adalah kualitas layanan syari’ah, diikuti kelompok sosial dan kemudahan administrasi. Temuan ini menegaskan bahwa strategi peningkatan keanggotaan BMT perlu memperhatikan kualitas layanan berbasis nilai Islam yang didukung jaringan sosial dan pengalaman administratif anggota. 
PENDEKATAN EDUKATIF UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN GADGET BERLEBIH DI SD 2 BESITO KUDUS Melvin Dewi Rosita; Purbowati Purbowati; Supardi Supardi; Nur Shabrina Al Baiti; Osama Maulana Haq; Syamsul Hadi; Danang Feby Saputra; Fahima Nur Shofia; Diva Fitriana Putri; Regita Adiba Fayza Purwoko; Khuril Aeni; Dwi Maya Ratna Sari; Mahardini Ayu Faradilla; Finkanita Salsabila; Anita Putri Rahayu; Putri Luthfiana Anggraeni; Mohammad Hasan Zuwad; Desy Meliasari; Zanadira Althofia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2831

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, termasuk di SD 2 Besito Kudus. Kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada konsentrasi belajar, interaksi sosial, serta kesehatan fisik dan mental siswa. Pengapdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penggunaan gadget yang berlebihan serta menerapkan pendekatan edukatif dalam mengatasinya. Pendekatan yang diterapkan meliputi sosialisasi dan edukasi, pembatasan penggunaan gadget di sekolah, peningkatan aktivitas fisik dan sosial, serta penerapan metode pembelajaran interaktif. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya penggunaan gadget secara bijak, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam belajar dan meningkatkan interaksi sosial. Dengan demikian, pendekatan edukatif dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget di kalangan siswa sekolah dasar.
ANALISIS PENERAPAN SAK EMKM PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (STUDI KASUS JENANG MATAHARI DI DESA TEMULUS KECAMATAN MEJOBO KABUPATEN KUDUS) Nofa Aghniya; Supardi Supardi; Heni Risnawati
Jurnal Ekonomi Syariah dan Akuntansi Vol 7, No 1 (2026): JURNAL EKONOMI SYARIAH DAN AKUNTANSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jeisa.v7i1.3126

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional, termasuk di Kabupaten Kudus yang dikenal dengan produk unggulan jenangnya. Namun, sebagian besar UMKM, termasuk UMKM Jenang Matahari di Desa Temulus, masih menghadapi kendala dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penerapan SAK EMKM pada UMKM Jenang Matahari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder berasal dari catatan keuangan usaha. Teknik analisis yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Jenang Matahari belum sepenuhnya menerapkan SAK EMKM. Pembukuan masih dilakukan secara manual dan melalui aplikasi sederhana, serta belum terdapat pemisahan yang jelas antara keuangan pribadi dan usaha. Selain itu, laporan keuangan yang disusun masih bersifat informal dan tidak mencerminkan struktur laporan sesuai standar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya sosialisasi dan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi akuntansi dan mendorong penerapan SAK EMKM secara optimal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan asosiasi UMKM perlu bersinergi dalam memberikan pelatihan dan akses pendampingan teknis agar UMKM dapat menyusun laporan keuangan yang akurat dan andal. AbstractMSMEs play a vital role in supporting the national economy, including in Kudus Regency, which is well known for its flagship product, jenang (a traditional sweet). However, most MSMEs, including Jenang Matahari MSME in Temulus Village, still face challenges in recording and preparing financial reports in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). This study aims to analyze the extent to which SAK EMKM is implemented in the Jenang Matahari MSME. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Primary data were collected through direct interviews with the business owner, observations, and documentation, while secondary data were obtained from the enterprise’s financial records. The analysis techniques used include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the Jenang Matahari MSME has not fully implemented SAK EMKM. Bookkeeping is still carried out manually and through simple applications, and there is no clear separation between personal and business finances. Furthermore, the financial statements prepared are still informal and do not reflect the structure required by the standards. The conclusion of this study emphasizes the importance of continuous outreach and assistance for MSME actors to improve accounting literacy and encourage the optimal implementation of SAK EMKM. The implications of this research suggest that educational institutions, local governments, and MSME associations need to collaborate in providing training and access to technical assistance to enable MSMEs to prepare accurate and reliable financial statements