Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transforming the Spirituality of the Faithful Through Participatory Catechesis: A Theological and Empirical Inquiry Agustinus Manfred Habur
Journal of World Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i12.1591

Abstract

This article examines how participatory catechesis can serve as a catalyst for transforming the spirituality of the faithful by integrating theological reflection with empirical insights from a rural Catholic community in Flores, Indonesia. Despite the regularity of parish activities, many communities continue to experience a devotional life marked by routine participation, limited personal reflection, and minimal integration of faith into daily life. Drawing on the framework of Shared Christian Praxis, experiential learning theory, and contemporary theological understandings of Christian spirituality, this study investigates how dialogical, reflective, and experience-based catechesis can deepen spiritual awareness and foster interior transformation. Employing a qualitative descriptive design, data were collected through interviews, participant observation, and document analysis in Stasi Waekekik of Paroki Mok, Flores, Indonesia. The findings reveal that participatory catechesis enhances engagement, encourages critical reflection on lived experiences, strengthens communal identity, and nurtures a spirituality rooted in active discipleship rather than passive observance. The study concludes that participatory catechesis is a vital pastoral approach capable of renewing the spiritual life of the faithful, particularly in rural communities where traditional didactic methods remain dominant. Practical recommendations are offered for catechists, parish leaders, and pastoral agents to cultivate catechetical environments that promote spiritual growth through participatory, contextual, and transformative learning.
Faktor Sosial dan Psikologis yang Mempengaruhi Partisipasi Umat dalam Kegiatan Gerejawi: Studi pada Komunitas Basis di Paroki Mok, Flores Agustinus Manfred Habur
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial dan psikologis yang memengaruhi partisipasi umat dalam kegiatan gerejawi pada komunitas basis di Paroki Mok, Flores. Fenomena ketidakstabilan tingkat partisipasi umat—tinggi dalam misa hari raya namun rendah dalam kegiatan pembinaan iman rutin—menunjukkan adanya dinamika kompleks yang memerlukan kajian mendalam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap struktur pastoral dan aktivitas umat. Informan terdiri atas pastor paroki, pengurus stasi, katekis, dan umat dengan variasi tingkat partisipasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, yang mengeksplorasi tema sosial seperti pendidikan, kondisi ekonomi, dan modal sosial, serta tema psikologis seperti motivasi religius, persepsi makna kegiatan, dan identitas religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi umat merupakan hasil interaksi dinamis antara konteks sosial dan kondisi psikologis. Hambatan sosial seperti kesibukan ekonomi, jarak geografis, dan rendahnya literasi religius membatasi keikutsertaan umat, sementara motivasi intrinsik, persepsi relevansi kegiatan dengan kehidupan, dan rasa memiliki terhadap komunitas terbukti meningkatkan kualitas keterlibatan. Penelitian menegaskan bahwa peningkatan partisipasi tidak dapat dicapai hanya melalui penambahan kegiatan, tetapi melalui strategi pastoral kontekstual yang memperkuat jaringan sosial internal sekaligus menumbuhkan motivasi iman intrinsik. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi Gereja lokal dalam merancang program pembinaan iman yang lebih relevan, dialogis, dan berbasis pengalaman nyata umat.