Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Kewenangan dan Tanggung Jawab Direksi Berkewarganegaraan Asing di Indonesia dan Jepang Juniantes Renato Apolsoy Sinaga; Fenny Wulandari; Taufik Kurrohman; Gabriela Esra Sinaga
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32699

Abstract

Studi ini meneliti perbandingan kewenangan dan tanggung jawab direktur asing di Indonesia dan Jepang, serta tantangan yang dihadapi oleh investor asing. Di Indonesia, Perseroan Terbatas (PT) diatur oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 2007, sedangkan di Jepang, struktur hukum seperti Godo Kaisha (KPP) dan Kabushiki Kaisha berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peraturan hukum mengenai kewenangan dan tanggung jawab direktur asing di kedua negara dan mengevaluasi implementasinya. Metodologi yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan legislatif dan komparatif, dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Teori yang digunakan meliputi Teori Kepastian Hukum, Teori Ultra Vires, dan Teori Kewajiban Fidusia. Analisis menunjukkan bahwa di Indonesia, direktur asing menghadapi tantangan kepatuhan yang kompleks, sedangkan di Jepang, meskipun tidak ada pembatasan kewarganegaraan, mereka harus mematuhi standar tata kelola yang ketat. Indonesia mengandalkan mekanisme checks and balances, sementara Jepang menerapkan prinsip kehati-hatian yang lebih terstruktur.
Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) for Sustainable Social Infrastructure Financing: Integrating Islamic Social Finance, Maqasid al-Shariah, and Sustainable Development Taufik Kurrohman; Lukman Hakim
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 3 (2026): August
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i3.3767

Abstract

The development of Islamic social finance has stimulated the emergence of innovative financial instruments aimed at supporting sustainable social development. One of the most prominent innovations is Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), a hybrid instrument that integrates cash waqf with sovereign sukuk through a Shar??ah-compliant and productive financing mechanism. This study examines the conceptual framework of CWLS within the broader context of Islamic finance, analyzes its operational mechanism in financing social infrastructure, and proposes strategies to strengthen its role in sustainable development. Employing a normative legal research design, the study adopts conceptual, statutory, and Islamic economics approaches. Data were collected through an extensive literature review of laws and regulations, fatwas issued by the National Shar??ah Council of the Indonesian Council of Ulama (DSN-MUI), scholarly publications, Islamic economics literature, and reports from Islamic financial institutions. The data were analyzed using content analysis, comparative analysis, and normative legal analysis. The findings reveal that CWLS effectively integrates philanthropic and investment functions within a secure and sustainable financial framework. By preserving the principal value of waqf assets while channeling investment returns from sovereign sukuk to social programs, CWLS generates sustainable financing for education, healthcare, poverty alleviation, and community economic empowerment. Furthermore, the instrument demonstrates strong alignment with the objectives of Maq??id al-Shar??ah, Sustainable Development Goals (SDGs), and the broader agenda of sustainable Islamic finance. The study argues that optimizing the developmental impact of CWLS requires regulatory harmonization, enhanced institutional capacity of nazir, improved public literacy, and accelerated digital transformation of waqf governance. The novelty of this study lies in its integration of productive waqf theory, social infrastructure financing, sustainable Islamic finance, and Maq??id al-Shar??ah within a comprehensive analytical framework for assessing CWLS as a sustainable development instrument.