Perilaku merokok di kalangan remaja tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengaruh teman sebaya, paparan lingkungan, kurangnya pengetahuan, dan kondisi psikologis selama masa remaja. Meningkatnya jumlah perokok remaja di Indonesia menyoroti perlunya upaya pencegahan melalui pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya merokok serta mengidentifikasi peran dukungan keluarga dalam mendorong perubahan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Peserta adalah remaja sekolah menengah atas yang menerima intervensi konseling kesehatan melalui video edukatif, diskusi interaktif, sesi konseling ringan, dan keterlibatan orang tua. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang mengukur pengetahuan kognitif, sikap, pengaruh lingkungan, dan niat perilaku terkait merokok. Intervensi dilakukan secara daring melalui Zoom dan langsung di rumah klien. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja mengenai zat-zat berbahaya dalam rokok, dampak kesehatan dari merokok, serta bahaya perokok pasif. Perubahan positif dalam sikap terhadap gaya hidup sehat dan pencegahan merokok juga teridentifikasi setelah intervensi. Keterlibatan keluarga memberikan dukungan emosional dan memperkuat motivasi remaja untuk mengurangi perilaku merokok. Namun, perubahan perilaku belum terjadi secara signifikan, terutama dalam hal kepercayaan diri remaja untuk menolak ajakan teman sebaya untuk merokok. Kesimpulannya, konseling kesehatan yang dikombinasikan dengan dukungan keluarga secara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap bahaya merokok, meskipun bantuan berkelanjutan masih diperlukan untuk mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan.