Asiyah, Dewi Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Phenomenology Of Wetonan Tradition In Jarak Village, Plosoklaten, Kediri, Through The Lens Of Islamic Traditionalism Asiyah, Dewi Nur; Firdaus, Zahraini Jannatul
International Journal of Religion and Social Community Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Postgraduate Program, State Islamic Institute (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijoresco.v1i1.3414

Abstract

Weton tradition is a tradition to commemorate a person's birthday based on the Javanese calendar with its markets, such as Legi, Pon, Pahing, Wage, and Kliwon. On Weton day, the family will prepare various treats as a form of Gratitude. The meaning of the wetonan tradition is to pray for the baby to avoid danger and be given a long life and blessings. The wetonan tradition is generally carried out when the baby is 35 days old. In Javanese calculations mention selapan. Calculations in the Javanese calendar are also based on a combination of Gregorian calendar calculations and calculations of days in the Javanese calendar. In this study we used the Qualitative Descriptive method. The reason researchers choose Qualitative Descriptive Research is because researchers want to describe the situation that will be observed with Qualitative Descriptive Method is a research method based on facts and there is in fact a natural object and occurs in the village of Jarak Plosoklaten Kediri as the object of research. The purpose of this research is to examine more deeply how the wetonan tradition phenomology that occurs in the village of Jarak Plosoklaten Kediri. The result of this research is all the activities that exist are the meaning of Wetonan Weton or Wetonan Tradition is a birthday party that is held every 35 days. The purpose of the Weton tradition.
Pandangan Ibn Al-Arabi Mengenai Wahdat Al-Wujud dan Konsep Kebahagiaan Asiyah, Dewi Nur
Spiritualita Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v5i2.844

Abstract

Filosofi Wahdatul Wujud konon berpengaruh terhadap pemahaman Jabariyahyang berujung pada pengingkaran terhadap syariah. Ini karena WahdatulWujud sama dengan panteisme. Dengan demikian, tujuan kajian ini adalah untuk menemukan pengaruh pemikiran Ibnu 'arabia, yang dikenal dengan Wahdatul Wujud, terhadap wacana af'âl al-'ibâd. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan literature review, peneliti melakukan penelitian terhadap karya-karya Ibnu 'Arabi dan sekitar literatur terkait. Kesimpulan kajian tersebut, dilihat dari konsep Wahdatul Wujud yang diyakini oleh Ibnu Arabi dan para pengikutnya, menunjukkan bahwa Ibnu Arabi mempercayai teori kasbi dari Imam al-Asy'ar, bahwa manusia masih memiliki wasiat. menghasilkan tindakan. Namun wasiat orang tidak mempengaruhi adanya perbuatan. Karena hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk melakukan pekerjaan. Hal ini sesuai dengan falsafah Wahdatul bahwa tidak ada wujud selain Allah, yang berarti tidak ada perbuatan di alam kecuali perbuatan Allah. Kehendak dan usaha manusia adalah milik manusia, tetapi hanya Tuhan yang dapat memenuhinya. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ideologi Wahdatul Wujud tidak mendukung konsep Jabariyyah, yang dapat berujung pada pengingkaran syariat.