Ibni Khoirul Mukhlisin, Sitti Nurfaiqoh Nalini, Mas’odi Mas’odi, Siti Aina Fatussunna, Abd. Waris Al-Fatoni, Abdurrahman Wahid,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MITOS-MITOS DALAM ANTOLOGI CERPEN “DUKUN CAROK & TONGKAT KAYU” KARYA A. WARITS ROVI Ibni Khoirul Mukhlisin, Sitti Nurfaiqoh Nalini, Mas’odi Mas’odi, Siti Aina Fatussunna, Abd. Waris Al
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 10 No. 1 (2025): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2bs.v10i1.3967

Abstract

Penelitian tentang antologi cerpen "Dukun Carok & Tongkat Kayu" karya A. Warits Rovi menjelaskan bahwa karya sastra ini mencerminkan fenomena sosial dan budaya masyarakat Madura melalui berbagai mitos yang terkandung di dalamnya. Mitos-mitos tersebut berfungsi sebagai pedoman hidup dan memberikan makna bagi kehidupan masyarakat, serta berperan dalam pelestarian nilai-nilai moral dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali makna mendalam dari mitos yang ada, serta menunjukkan bagaimana mitos-mitos ini terintegrasi dengan tradisi dan identitas masyarakat Madura. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif. Pada proses analisis, data penelitian yang didapatkan akan dideskripsikan secara detail dan diinterpretasikan berdasarkan teori yang digunakan. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Data yang diperoleh dari penelitian terdapat macam mitos dalam cerpen tersebut diantaranya yaitu (1) binsabin, (2) sihir kereman,(3) orang mati disambir petir,(4) pohon papaya,(5) gambar minta nyaba,(6) elmo biru,(7) araja. Hasil penelitian ini yaitu mengandung berbagai mitos yang tidak hanya berfungsi sebagai cerita, tapi juga sebagai pedoman hidup yang mencerminkan kepercayaan dan budaya masyarakat Madura.