Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SANKSI PIDANA PELAKU ZINA DALAM PERSPEKTIF FIQIH JINAYAH Matondang, Maulidya Mora; Agustin, Nela; Solin, Putri Nabila Aryhati; Reisyah, Karin; Najwa, Artika; Halimah, Nur
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 2 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i2.666

Abstract

Committing adultery is not only a violation of sharia, but also a violation of social and legal norms. This shows that the act of adultery not only has an impact on the individuals involved but also has far-reaching consequences for the life of society and the state. Where the impact of adultery is very broad, including unclear lineage for children born from adultery, increasing the complexity of social problems, decreasing human values, and damage to the social order. Adultery is seen as sexual relations outside of legal marriage. This research is research with a normative juridical approach, using library data collection methods (library research) by collecting books or references related to study.
Kajian Viktimologi Terhadap Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Reisyah, Karin; Najwa, Artika
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vmpk1d09

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah salah satu jenis tindak pidana yang memberikan pengaruh yang luas terhadap para korban, baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial. Dari sudut pandang Viktimologi, individu yang menjadi korban KDRT tidak hanya dilihat sebagai orang yang menderita, namun juga sebagai entitas yang berhak atas perlindungan serta pemulihan yang menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jenis perlindungan hukum dan cara pemulihan bagi korban KDRT di Indonesia dengan menggunakan pendekatan viktimologi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan mengandalkan peraturan perundang-undangan serta kajian literatur. Hasil riset mengindikasikan bahwa perlindungan bagi korban KDRT di Indonesia telah diatur melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, yang mencakup hak-hak korban untuk memperoleh perlindungan, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta dukungan psikologis. Lebih jauh, keberadaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban juga memperkuat akses bagi korban terhadap restitusi, kompensasi, dan rehabilitasi. Namun, pelaksanaan perlindungan dan pemulihan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti rendahnya tingkat kesadaran korban untuk melaporkan kejadian, keterbatasan fasilitas layanan, serta pengaruh budaya yang cenderung menganggap kekerasan domestik sebagai hal yang biasa. Dalam penelitian mengenai viktimologi, esensial untuk menerapkan metode yang fokus pada korban dengan menjadikan korban sebagai pusat perhatian dalam sistem hukum pidana. Oleh karena itu, penguatan perlindungan hukum dan pemulihan korban kekerasan dalam rumah tangga perlu dilakukan melalui peningkatan regulasi, pengembangan kemampuan penegak hukum, serta penyediaan layanan rehabilitasi yang terintegrasi dan berkesinambungan.