Indonesia masih sangat baru mengalami kemerdekaan pada saat itu dan masih mudah terpengaruh oleh budaya orang asing, sehingga situasi setiap daerah di Indonesia seringkali tidak stabil. Proses transisi ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, seperti perubahan politik yang berdampak pada orientasi organisasi, pergeseran ideologi dan misi, dan meningkatnya tuntutan untuk berpartisipasi dalam pembangunan sosial. Hal ini berdampak pada ideologi Pancasila di Indonesia, yang terus dipertanyakan dan diuji dalam masa-masa yang sulit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana transisi Pemuda Pancasila terjadi dari Gerakan politik menjadi Gerakan sosial di Jakarta pada tahun 1990-2015. Terdapat beberapa sumber yang digunakan dalam penelitian ini, mulai dari sumber primer hingga sekunder. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian Sejarah dengan menggunakan cara, prosedur atau Teknik yang sistematik sesuai dengan asas-asas dan aturan ilmu Sejarah. Metode penelitian sejarah atau metode sejarah digunakan pada skripsi ini untuk menganalisis peristiwa masa lalu untuk melihat hasil dari prinsip umum tentang pola, proses, dan 15 perubahan sosial. Adapun narasumber yang dipilih oleh peneliti yaitu terdiri dari enam orang mulai dari anggota Pemuda Pancasila sampai warga kelurahan Pondok Labu dan kelurahan Cawang. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti transformasi Pemuda Pancasila dari gerakan politik ke gerakan sosial. Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang perubahan tujuan, dan partisipasi Pemuda Pancasila dalam konteks perubahan menuju gerakan sosial. Meskipun terdapat keterbatasan, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif untuk pemahaman adaptasi gerakan sosial dalam menghadapi dinamika sosial-politik Pemuda Pancasila di Jakarta.