Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antihypertensive Effects of Fig Leaves (Ficus carica L.) Ethanolic Extract: An In Vitro and In Silico Study Kurniawan, Muhammad Fariez; Apriliyanti, Suci
Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas (Journal of Pharmaceutical Sciences and Community) Vol 22, No 1 (2025)
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jpsc.006449

Abstract

Pathological conditions of hypertension can occur due to contractions of blood vessels. Vascular contraction response occurs when epinephrine successfully binds to adrenergic receptors. Objective: This study aims to determine the antagonistic activity of giving ethanolic extracts of fig leaves (Ficus carica L. Folium) in β-adrenergic receptors of isolated aortic organs and to determine the value of the affinity of one of the compounds present in fig leaf extract, which has a strong potential as a vasodilator agent to treat hypertension. This study uses in silico and in vitro methods. The in silico method test used molecular docking, and the in vitro method test used an organ bath on a guinea pig's aortic organs. An in silico docking test was conducted on compounds suspected to have a vasodilator effect, namely Quercetin and β-adrenergic receptor test with native ligand timolol (PDB ID: 6PS6). The in vitro testing of foliar ethanolic extracts was done by administering 0.5 mg of extracts at 100 µL and 200 µL. The resulting data included a percent of aortic contraction data on administering epinephrine concentration series, which was transformed into a pD2 value. The result from the in silico method showed that quercetin binding affinity value (-7.8 kcal/mol) was better than timolol as a comparison (-6.4 kcal/mol). The result from the in vitro method showed that the fig leaf's ethanolic extract could shift the percentage curve of contraction response to the administration of epinephrine series by decreasing the pD2 value. A dose of 0.5 mg volume 200 µL is effective because it gives a significant difference to the control group but does not show a significant difference in the comparison group. Conclusively, the ethanolic extract of fig leaves can be developed as a vasodilator agent. 
Strategi Guru Dalam Mengelola Materi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Di TK Dharma Wanita Apriliyanti, Suci; Andriani, Riri; Ridho, Moh Gholib
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengelola materi pembelajaran guna meningkatkan minat belajar anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan selama kegiatan magang di Taman Kanak-Kanak. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam mengelola materi pembelajaran, di antaranya penggunaan media konkret, pembelajaran berbasis bermain, serta pengelolaan materi secara tematik. Pemanfaatan media konkret seperti benda nyata membantu anak memahami materi secara lebih mudah karena bersifat langsung dan kontekstual. Selain itu, metode belajar sambil bermain terbukti mampu meningkatkan keterlibatan anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Penggunaan media digital seperti video edukatif dan permainan interaktif juga mendukung peningkatan minat belajar anak. Strategi-strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan keaktifan, antusiasme, dan partisipasi anak dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pengelolaan materi pembelajaran yang kreatif dan inovatif oleh guru memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh strategi guru dalam mengemas materi tersebut agar mampu menarik minat belajar anak.