Warina, Yunita
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stunting di Kecamatan Medan Denai Khairunisa, Jeny; Suraya, Rani; Salsabilla, Fahra; Wardani, Alya; Dina, Nirwana May; Warina, Yunita
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.19593

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO, yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai dan infeksi berulang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan ibu tentang stunting di Posyandu Melati 1, Kecamatan Medan Denai. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 13 ibu yang memiliki balita, yang dipilih melalui metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup 10 pertanyaan terkait pengetahuan tentang stunting. Wawancara dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari responden untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 27 hingga 38 tahun (84,7%), dengan pendidikan terakhir sebagian besar adalah SMA (76,9%), dan mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga (92,3%). Namun, pengetahuan ibu tentang stunting tergolong kurang, dengan 46,1% responden menjawab dengan benar. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi mengenai stunting untuk ibu-ibu di Posyandu Melati 1, agar mereka lebih memahami pentingnya nutrisi yang baik dan pencegahan stunting pada balita. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk program peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang stunting di Masyarakat.
RELIGIOUS MODERATION IN LEARNING AT DARUL HANIFAH KINDERGARTEN GARUT BASED ON SUNDANESE PHILOSOPHY (SILI ASAH, ASIH, DAN ASUH) Ulfah, Fitria; Pratiwi, Sabila; Warina, Yunita
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 6, No 1 (2025): Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies (JGSIMS)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v6i1.22823

Abstract

Indonesia faces religious intolerance in early childhood education, leading to radicalism. Addressing this issue requires teaching morals and religious moderation, focusing on fairness and justice. The study explores power dynamics in religious moderation at Darul Hanifah kindergarten, utilizing Sundanese philosophy, and proposes a framework for religious moderation learning. A qualitative research design was employed, utilizing focused ethnography to gather in-depth data from 60 children, five teachers, and one principal at Darul Hanifah Kindergarten. Data collection included observations during learning activities and semi-structured interviews to assess the implementation of religious values and their impact on fostering tolerance among students of various religious backgrounds. Findings indicate that the integration of Islamic practices in daily activities is complemented by an acknowledgment of diverse belief systems, promoting an environment of mutual respect. Teachers actively facilitate discussions surrounding religious differences, enabling children to engage harmoniously despite their varied backgrounds. Parents' consent plays a crucial role in the participation of children from minority religions in Islamic practices. The study concludes that early instillation of religious moderation and tolerance is vital in shaping a harmonious society. The practices at Darul Hanifah Kindergarten serve as a model for educational institutions aiming to cultivate inclusive and respectful learning environments, demonstrating that a foundation of moderation can mitigate the risks of radicalism from an early age. Further attention is warranted to enhance the participation of minority students without marginalization.