Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences di SDIT Buahati Binjai Ratu Humaira; Muhammad Solihin Pranoto
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1081

Abstract

Tujuan dari penerapan pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multiple intelligences adalah untuk mengoptimalkan kemampuan siswa melalui beragam pendekatan. Diharapkan bahwa pemahaman dan kreativitas siswa dalam pembelajaran PAI dapat ditingkatkan melalui metode ini dengan memanfaatkan berbagai kecerdasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa penelitian lapangan di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara serta pengisian kuesioner yang diberikan langsung oleh peneliti kepada tenaga pendidik di tempat penelitian. Analisis data dilakukan dengan tahap-tahap yang meliputi reduksi data dan menarik kesimpulan. Data yang diperoleh adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan guru dalam kegiatan pembelajarannya. Data yang didapatkan berupa hasil yang dilakukan oleh peneliti melalui kuesioner kepada satu orang guru PAI yang ada di tempat penelitian. Informan dalam penelitian ini berjumlah satu orang, yang merupakan guru PAI di SDIT Buahati. Dari hasil yang diperoleh, terbukti bahwa penerapan multiple intelligence di SDIT Buahati Binjai dalam pembelajaran PAI dapat memotivasi siswa dan meningkatkan tingkat partisipasi mereka. Setiap siswa dengan kecerdasan yang berbeda dapat belajar dengan pendekatan yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan mereka. Implementasi pembelajaran PAI berbasis multiple intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa. Diperlukan bagi guru untuk mengoptimalkan penerapan metode ini di kelas.
PENDIDIKAN TAUHID DALAM AL-QUR’AN Muhammad Solihin Pranoto; Isnawati
Ta'dib: Jurnal Pemikiran Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/tdb.v13i2.353

Abstract

Pada zaman milenial seperti saat sekarang ini, pendidikan tauhid sangat dibutuhkan bahkan sangat perlu untuk dioptimalkan pemberiannya kepada peserta didik dan masyarakat, Sebab, dengan memiliki pemahaman tauhid yang matang, maka seseorang dapat menepis segala bentuk pengaruh negatif yang datang dan menggoda dirinya untuk melakukan tindakan pelanggaran. Perilaku buruk yang dilakukan oleh sebagian orang salah satu penyebabnya karena kurangnya pemahaman tentang tauhid yang ada pada dirinya, sebab pada dasarnya orang yang bertauhid akan berusaha menjauhi suatu perbuatan yang dilarang oleh Allah swt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pendidikan tauhid dalam Al-Qur'an. Metode analisis teks dan pendekatan interpretatif digunakan untuk menggali makna-makna yang tersembunyi dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Hasil dari penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu: Pertama, materi mengenai tauhid rububiyah, yaitu pengenalan mengenai kewajiban seorang hamba dalam mengesakan Allah swt dari segala perbuatannya, dengan meyakini bahwa Allah swt itu sebagai satu- satunya penguasa, pencipta, pemelihara, dan pengatur segala alam semesta. Kedua, Materi tentang tauhid uluhiyah, yaitu pengenalan mengenai seorang hamba tentang kewajiban beribadah hanya kepada Allah swt saja. Dengan demikian, seorang hamba tidak boleh melakukan peribadatan dan melakukan penyembahan kecuali hanya pada Allah swt saja. Ketiga, Materi tentang tauhid at-Asma‟ was-Shifat, yaitu pengenalan mengenai nama-nama dan sifat-sifat yang menunjukkan ke- Mahakuasaan Allah swt
Problematika Konseptual Materi Muzakkar dan Muannast dalam Pembelajaran Bahasa Arab Muhammad Solihin Pranoto; Heni Dwi Rahayu; Laudya Sintia Putri
Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2026): Tanwiruna: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan (Januari)
Publisher : CV. Jalan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65793/j.tanwiruna.2026.31

Abstract

This research provides a comprehensive analysis of the conceptual barriers encountered by Arabic learners in mastering gender categories, specifically Muzakkar and Muannas. Within Arabic grammar, gender classification serves as a crucial structural foundation influencing syntactic integrity, yet for non-native speakers, it often triggers ambiguities that impede overall proficiency. Employing a library research method with content analysis, this study examines classical Nahwu literature and contemporary journals to map linguistic problem patterns. The findings highlight three fundamental constraints: first, the perceptual conflict between universal biological gender and arbitrary linguistic gender which lacks equivalence in the learners' native languages; second, morphological inconsistencies regarding feminine markers, particularly the specific sima’i vocabulary that lacks visual cues and misleads learner logic; and third, the complexity of mutabaqah rules requiring strict gender agreement across complex sentence components. The study concludes that instruction must shift from rigid rote memorization toward an applied, contextual pedagogical approach. It is recommended that educators systematically map anomalous words to facilitate a smoother cognitive transition for students. These findings offer a significant theoretical contribution to developing systematic Arabic modules designed to minimize linguistic obstacles and enhance the learning process through more structured, highly adaptive, and ultimately more effective teaching methodologies for all students globally.