Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deskripsi Self Awarness Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Dan Remaja Jelang Masa Pubertas Erna Yuliati; Dini Permanasari
Journal of Communication and Social Sciences Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Communication and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jcss.v3i1.1064

Abstract

Paparan gadget yang menyuguhkan berbagai macam informasi pada anak tanpa filter dan pengawasan dari orang tua, menjadikan anak-anak bebas mendapatkan berbagai informasi. Salah satunya konten pornografi, sehingga mampu mempengaruhi pemahaman tentang arti kata seks dan maknanya. Pemahaman yang salah tentang perilaku seksual akan memicu penyimpangan atau pelecehan seksual yang tanpa disadari oleh sang anak bahkan orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran diri (self awarness) tentang seks pada siswa Sekolah Dasar (SD). Pendekatan penelitian ini menggunnakan deskriptif kuantitaif untuk menggambarkan fenomena yang terjadi dengan menggunakan angka-angka tanpa melakukan uji hipotesa. Jumlah populasi 202 siswa SD di kota B dengan jumlah sample 104 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling.  Pengambilan data menggunakan collecting picture dan memberi pertanyaan pada saat menggambar. Analisa data menggunakan perhitungan statistik sederhana yaitu frekuensi dan mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata siswa mengetahui arti seks secara benar sejumlah 6% dan mengetahui istilah organ reproduksi dengan benar sejumlah 47%. Pengetahuan tentang hal tersebut merupakan indikator kesadaran anak tentang seks tergolong rendah. Oleh karena itu perlu bimbingan dan arahan dari orang tua dan guru di sekolah, agar anak menyadari pentingnya keamanan dan kesehatan diri yang terkait dengan organ tubuhnya yang penting untuk dijaga.
Implementasi Mabit Sebagai Pembelajaran Integratif Intra dan Ko Kurikuler Pada Mapel Pai Erna Yuliati; Dini Permanasari
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 3 No. 2 (2025): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v3i2.1424

Abstract

Kerapkali Guru mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran salah satu penyebabnya adalah terbatasnya jumlah jam tatap muka atau waktu pertemuan. Ditambah tugas administratif lainnya yang membuat guru tidak leluasa mengembangkan keterampilan dalam mengajar. Sementara kondisi siswa yang benar-benar membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk bisa memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai yang diharapkan dalam mata Pelajaran (Mapel) dalam hal ini Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI menjadi tolak ukur seseorang dalam berperilaku, karena sarat dengan nilai karakter, kepribadian dan spiritualitas seseorang. Tentunya ini menjadi beban berat bagi seorang guru Agama jika hanya mengandalkan pembelajaran di kelas saja. Untuk itu perlu adanya penggabungan pembelajaran atau satu kesatuan antara intrakurikuler dengan ko kurikuler yakni pembelajaran integratif. Salah satunya melalui kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit). Kegiatan Mabit sarat dengan nilai spiritualitas yang membuat Guru lebih leluasa menginternalisasikan nilai-nilai agama dan diramu secara aplikatif, menarik dan menyenangkan bagi siswa. Dengan adanya kegiatan Mabit terbentuk pembiasaan baik seperti kedisiplinan dalam hal ibadah, muncul sikap positif atau akhlaqul karimah baik terhadap orang tua (Birrul waildain) juga orang lain termasuk Guru dan teman, terbangunnya jiwa kemandirian, kerjasama, tanggung jawab dan yang terpenting adalah keimanan dan wawasan keagamaan semakin bertambah. Ini semua merupakan interpretasi dari nilai-nilai PAI yang dapat diwujudkan dalam pembelajaran integratif antara intra kurikuler dan ko kurikuler.