Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STATUS GIZI DAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI NEGARA BERKEMBANG : SCOPING REVIEW Karisma, Putu Ayu; Kartini, Apoina; Pradigdo, Siti Fatimah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43170

Abstract

Status gizi sangat penting bagi kesehatan menstruasi remaja putri. Baik kekurangan maupun kelebihan gizi dapat memengaruhi waktu menarke, keteraturan siklus menstruasi, serta munculnya gangguan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri dengan menggunakan metode scoping review. Scoping review ini dilakukan dengan menggunakan data dari Scopus, PubMed, dan PubMed Central. Populasi target mencakup remaja putri yang berkaitan dengan status gizi dan siklus menstruasi. Pencarian dilakukan dengan kata kunci "nutrition status” AND “menstrual cycle” AND “adolescent girls", yang menghasilkan 1.079 artikel. Setelah disaring dengan batasan waktu 10 tahun terakhir, diperoleh 6 artikel yang relevan. Hasil dari scoping review menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi status gizi dan siklus menstruasi pada remaja putri dikategorikan ke dalam enam kelompok: (1) ketidakseimbangan gizi, (2) Indeks Massa Tubuh (IMT), (3) faktor sosial-ekonomi, (4) kebiasaan makan dan pola diet, (5) tingkat aktivitas fisik, serta (6) pola tidur dan gaya hidup. Status gizi dan siklus menstruasi saling berkaitan melalui berbagai faktor yang kompleks. Secara keseluruhan, kesehatan menstruasi remaja dipengaruhi oleh faktor gizi, status sosial-ekonomi, dan gaya hidup. Asupan gizi seimbang mendukung keteraturan siklus menstruasi, sementara faktor sosial-ekonomi dan gaya hidup berkontribusi terhadap gangguan menstruasi. Intervensi yang tepat sasaran serta akses layanan kesehatan yang lebih baik sangat diperlukan.  
Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi di Indonesia : Literature Review Yusniawati, Yustina Ni Putu; Lewar, Emanuel Ileatan; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Parwati, Putu Atika; Devi, Ni Luh Putu Lusiana; Maharyawan, I Wayan Agus; Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari; Tripayana, I Nyoman; Suyasa, Agus Baratha; Sukmawati, Ni Wayan Eni; Putri, I Gusti Ayu Nandita Arta; Karisma, Putu Ayu; Juniawan, Putu Denny
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.364-373

Abstract

Kesiapsiagaan merupakan suatu proses menyiapkan masyarakat untuk siap baik secara pengetahuan, sikap, dan sarana prasarana terutama pada daerah daerah yang memiliki resiko jiwa terhadap bencana gempa bumi. Saat ini pemahaman masyarakat terkait kesiapsiagaan tergolong masih kurang dan sarana prasaranan dalam melakukan tatalaksana gempa bumi juga masih belum maksimal. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam melihat bagaimana kesiapsiagaan masyarakat Indonesia terhadap kejadian gempa bumi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana literatur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghdapi bencana gempa bumi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur (literature review) yaitu google scolar. Artikel yang diperoleh dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2020–2025. Berdasarkan hasil tinjauan sistematis terhadap 9 artikel penelitian, diketahui bahwa kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi secara umum berada pada tingkat cukup hingga tinggi, khususnya pada daerah-daerah yang sudah mendapatkan sosialisasi, edukasi, dan simulasi bencana. Pelatihan, penyuluhan, dan pendekatan berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, masih terdapat wilayah tertentu yang memiliki tingkat kesiapsiagaan rendah akibat kurangnya pemahaman terhadap risiko dan ketergantungan terhadap mitos lokal yang tidak ilmiah. Faktor lain seperti resiliensi komunitas juga berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan masyarakat. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana gempa bumi bervariasi, dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sosialisasi, sarana prasarana, kearifan lokal, dan resiliensi komunitas. Upaya edukasi dan simulasi secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara merata di seluruh wilayah.Kata Kunci: bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, masyarakat, mitigasi
Peran Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Risiko Keterlambatan Pemulihan Pasca Anestesi: A Systematic Literature Review Karisma, Putu Ayu; Lewar, Emanuel Ileatan; Yusniawati, Yustina Ni Putu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.619

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga memengaruhi waktu pulih sadar pasca anestesi umum melalui mekanisme distribusi dan eliminasi obat anestesi di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi umum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2019–2025 dan diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, sedangkan penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh studi melaporkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan waktu pulih sadar (p < 0,05), di mana pasien dengan IMT ≥25 kg/m² cenderung mengalami pemulihan kesadaran yang lebih lama dibandingkan pasien dengan IMT normal. Disimpulkan bahwa IMT berhubungan signifikan dengan waktu pulih sadar pasca anestesi umum dan berpotensi menjadi faktor prediktif terhadap keterlambatan pemulihan kesadaran.