Diare merupakan salah satu penyakit yang berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan masih menjadi permasalahan kesehatan Masyarakat, terutama di negara berkembang. Penyakit ini dapat dipicu oleh konsumsi air dan makanan yang terkontaminasi, serta kebiasaan hidup yang tidak higienis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi dasar yang buruk dengan meningkatnya kejadian diare. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dari berbagai sumber yang relevan mengenai faktor-faktor sanitasi yang berkontribusi terhadap penyebaran diare. Berdasarkan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa faktor utama yang berperan dalam meningkatkan risiko diare meliputi kualitas dan ketersediaan air bersih, kondisi akses air bersih, keberadaan jamban yang layak, serta kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan kuku. Air yang terkontaminasi limbah limbah domestik atau industri, serta tempat penyimpanan air yang tidak higienis, menjadi sumber utama penyebaran bakteri penyebab diare seperti Escherichia coli. Selain itu, sistem pembuangan tinja yang tidak memadai dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko infeksi. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti efektif dalam mengurangi risiko diare hingga 50%. Kesimpulannya, sanitasi dasar yang buruk memiliki hubungan yang signifikan dengan meningkatnya kasus diare. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan infrastruktur sanitasi, peningkatan akses terhadap air bersih, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan untuk menekan angka kejadian diare.