Putra, Dimas Bahtiar Manggala
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN MEDIA PROMOSI ROKOK DAN TOBACCO ADVERTISING, PROMOTION AND SPONSORSHIP (TAPS) DI INDONESIA Putra, Dimas Bahtiar Manggala
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43853

Abstract

Rokok tembakau telah mendapatkan popularitas global di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sehingga pasar rokok global semakin terkonsentrasi di beberapa perusahaan besar, namun promosi mereka menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan karena peningkatan kecanduan nikotin dan potensi risiko pernapasan dan kardiovaskular. Di Indonesia, pemasaran rokok tembakau masih sangat marak di tempat-tempat umum, termasuk pasar, transportasi umum, dan juga fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan antara promosi rokok dan penggunaan rokok tembakau di Indonesia. Penelitian ini menggunakan Indonesia Global Adult Tobacco Survey (IGATS) 2021. Statistik deskriptif dan uji chi-square digunakan untuk merangkum karakteristik peserta dan menilai perbedaan signifikan dari variabel yang diminati. Regresi logistik berganda digunakan untuk memperkirakan hubungan antara paparan promosi media, promosi iklan tembakau dan sponsor (TAPS), dan penggunaan rokok tembakau. Rasio odds yang tidak disesuaikan dan yang disesuaikan (aOR) bersama dengan interval kepercayaan 95% digunakan untuk mengevaluasi besarnya hubungan faktor risiko. Penggunaan rokok tembakau secara signifikan terkait dengan populasi usia dewasa muda 22-44 tahun (aOR: 1.31) yang bertempat tinggal di pedesaan (aOR: 1.25), dan pendidikan tinggi (aOR: 0.6). Paparan terhadap TAPS (aOR: 1.68), media promosi cetak (aOR: 1.38), dan media promosi elektronik (aOR: 1.11) secara khusus meningkatkan penggunaan rokok tembakau. Paparan iklan online maupun cetak sangat terkait dengan peningkatan penggunaan rokok tembakau di kalangan usia dewasa muda Indonesia. Temuan ini menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap iklan media digital dan kampanye kesehatan masyarakat yang menargetkan populasi yang menargetkan populasi usia dewasa muda.