Hamdan , Hamdan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kesejahteraan Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai di Praktik Mandiri Bidan Ulviah, Evi; Hamdan , Hamdan
Jurnal Akuntansi, Manajemen, dan Perencanaan Kebijakan Vol. 1 No. 4 (2024): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jampk.v1i4.344

Abstract

Praktek bidan mandiri melibatkan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh bidan kepada berbagai tingkat pasien, mulai dari individu, keluarga, hingga masyarakat yang disesuaikan dengan batasan dan keterampilan. Bidan ketika melaksanakan praktiknya perlu memiliki Surat Izin Praktek Bidan (SIPB) sehingga mampu memberikan layanan di fasilitas kesehatan atau program yang tersedia. Pertumbuhan ekonomi serta kebijakan pemerintah menimbulkan persaingan dunia bisnis menjadi semakin meningkat. Persaingan menjadi lebih intens, terutama dalam sektor yang sama. Terutama dalam bisnis praktik bidan mandiri. Hal ini mendorong pemilik usaha untuk meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia melalui pengembangan kompetensi agar dapat bersaing dengan perusahaan lain dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research), yang melibatkan observasi langsung fenomena di lokasi penelitian dengan pendekatan ilmiah. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, didapat jawaban dari informan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kesejahteraan terhadap kinerja pegawai. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel kesejahteraan, yakni ekonomi, fasilitas, dan pelayanan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pasien.
Peningkatan Kemampuan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk Perokok pada Kelompok Ibu PKK Rahim, Fitri Kurnia; Hamdan , Hamdan; Aini, Khusnul; Muzdhalifah, Nazwa Aulya; Ananda, Revansa Fitria; Maulana, Efan Samsiatul Fazri
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20872

Abstract

Background: Cigarette smoke affects both active and passive smokers. Smoking is a risk factor for non-communicable diseases, one of which is hypertension, which can lead to other diseases. Therefore, efforts and strategies are needed to reduce smoking behavior in the community. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy is a relatively affordable and efficient non-pharmacological complementary therapy for smoking cessation. Empowering the Family Empowerment and Welfare (PKK) Mothers' Group is one way to strengthen the community's health, especially through promotive and preventive measures to reduce smoking. The purpose of this community service is to increase the PKK Mothers' Group's knowledge and skills in addressing smoking behavior by providing SEFT therapy in the Pasiragung Village area, Hantara District. The partners of the community service activity are the PKK Mothers' Group, comprising 35 people. Method: The method used is Training and Mentoring in conducting SEFT Therapy. The stages of the activity are initial screening, counseling, and training in SEFT Therapy, mentoring SEFT Therapy interventions for smokers, and the final stage is evaluation. Results: Showed that PKK mothers experienced increased knowledge and improved their ability to perform SEFT therapy on smokers. Eighty-eight percent of PKK mothers who demonstrated SEFT therapy skills were categorized as Good. Meanwhile, 2 percent of PKK mothers demonstrated very good SEFT therapy skills. Conclusion: The sustainability of this program is achieved by integrating the SEFT Therapy program into the routine activity agenda, the PKK work program, or the village integrated health post.