Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Masjid Pathok Negoro: Historisitas Simbol Tapal Batas Kesultanan Yogyakarta Fathor Razi; Marsus
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 6 No. 01 (2025): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v6i01.10705

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sejarah pembangunan Masjid Pathok Negoro sebagai tapal batas Kesultanan Yogyakarta yang memiliki nilai strategis, religius, dan politis dalam menjaga kedaulatan wilayah nagari. Masjid Pathok Negoro merupakan sebutan bagi lima bangunan masjid Keraton Yogyakarta, yaitu: Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Masjid Pathok Negoro Mlangi, Masjid Pathok Negoro Dongkelan Kauman, Masjid Pathok Negoro Babadan, dan Masjid Pathok Negoro Wonokromo Bantul. Masjid-masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol integrasi antara kekuasaan spiritual dan pemerintahan Kesultanan. Secara metodologis, jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendirian Masjid Pathok Negoro merupakan inisiatif Kiai Nur Imam Mlangi untuk membingkai wilayah teritorial ibu kota Kesultanan secara spiritual dan administratif. Adapun sistem pengelolaan masjid-masjid tersebut tetap berada di bawah tanggung jawab dan pengawasan Keraton Yogyakarta hingga saat ini. Kata Kunci: Masjid Pathok Negoro; Sejarah; Tapal Batas; Sistem Pengelolaan