Latar belakang: Implementasi Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menuntut kesiapan sumber daya manusia pendidikan, khususnya guru, dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, diferensiasi pembelajaran, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam konteks tersebut, manajemen talenta guru menjadi strategi penting untuk memastikan kompetensi, kinerja, dan pengembangan profesional guru berjalan selaras dengan tuntutan kurikulum baru. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, regulasi pendidikan, serta dokumen kebijakan terkait Kurikulum Merdeka dan manajemen talenta dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengidentifikasi konsep, pola, dan hubungan antarvariabel yang relevan. Hasil penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen talenta guru yang terstruktur—meliputi perencanaan kebutuhan, rekrutmen berbasis kompetensi, pengembangan profesional berkelanjutan, serta sistem evaluasi kinerja—berkontribusi positif terhadap efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka. Sekolah yang menerapkan pendekatan manajemen talenta secara strategis cenderung memiliki guru yang adaptif, inovatif, dan mampu mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Kesimpulan: Manajemen talenta guru merupakan faktor strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Pengelolaan talenta yang terintegrasi dengan perencanaan sekolah dan sistem penjaminan mutu internal mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja pendidikan secara berkelanjutan.