Latar belakang: Perbankan memegang peran vital sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana masyarakat melalui produk simpanan, kredit, dan investasi, serta kini semakin efisien berkat kemajuan teknologi digital. Di tengah tuntutan pemegang saham atas imbal hasil, kebijakan dividen menjadi sinyal penting bagi pasar mengenai kesehatan keuangan dan prospek bank. Penelitian ini bertujuan menguji seberapa besar pengaruh profitabilitas (Return on Assets/ROA), ukuran perusahaan (total aset), earning per share (EPS), dan nilai pasar terhadap kebijakan dividen bank publik di Bursa Efek Indonesia selama 2018-2022. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif explanatory, data sekunder 43 bank (215 observasi panel tahunan) dianalisis melalui regresi linear berganda setelah lulus uji asumsi klasik. Hasil penelitian: Hasil riset menunjukkan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio, bank yang lebih menguntungkan cenderung membayar dividen lebih besar. Sebaliknya, EPS berpengaruh negatif signifikan, menandakan laba per saham kerap ditahan untuk ekspansi atau penguatan modal. Ukuran perusahaan dan nilai pasar tidak berpengaruh, sehingga skala aset dan kapitalisasi belum menjadi penentu utama. Model regresi signifikan (R² ? 46 %), menegaskan bahwa faktor laba, khususnya ROA dan EPS, menjadi kunci kebijakan dividen bank di Indonesia. Kesimpulan: Temuan ini menyarankan agar investor memfokuskan analisis pada kualitas laba ketika memprediksi kebijakan dividen, sementara manajemen bank perlu menyeimbangkan kebutuhan internal permodalan dengan ekspektasi pemegang saham, dan regulator dapat mempertimbangkan hasil ini dalam merumuskan ketentuan dividen yang mendukung stabilitas sektor perbankan.