Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak, Raykonen Shumacher,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ORIENTASI NILAI BUDAYA, MOTIVASI DAN KETERBATASAN DALAM MENCAPAI TUJUAN AKADEMIS Daniel Harapan Parlindungan Simanjuntak, Raykonen Shumacher,
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 10 No. 1 (2025): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2sh.v10i1.3800

Abstract

Artikel ini membahas tentang keterbaruan dan metode kuantitatif dalam meneliti terkait hubungan orientasi nilai budaya, motivasi, dan keterbatasan dalam mencapai tujuan akademis. Pembahsan tersebut dimaksudkan untuk menjawab keraguan terhadap penggunaan metode kuantitatif dalam ilmu Antropologi. Permasalahan sosial budaya tidak dapat dipandang sepele karena masah yang muncul di tengah masyarakat dapat menjadi bencana sosial bagi masyarakat baik secara mikro maupun makro. Orientasi nilai budaya menjadi salah satu topik yang terkait dengan permasalahan sosial budaya. Dengan memahami orientasi nilai budaya peneliti permasalahan sosial budaya dapat kenali dan dikaji. Antropologi sebagai salah satu ilmu memiliki metode yang digunakan untuk mengkaji berbagai permasalahan. Adanya keraguan peneliti di luar ilmu antropologi dan bahkan di dalam antropologi itu sendiri terkait metode yang dapat digunakan dalam berbagai kajian meskipun sudah ada berbagai publikasi yang memberikan contoh penggunakan metode dalam penelitian antropologi. Peneliti melakukan Analisa terhadap bibliografi dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, artikel dan sumber-sumber yang relevan dan valid. Peneliti menggunakan Publish or Perish. Artikel dan sumber yang ditemukan kemudian dinilai dengan menggunakan bantuan vos viewer versi 1.6.19 dan pada akhirnya diinterpretasi dan disimpulkan. Hasil menunjukkan bahwa hubungan orientasi nilai budaya, motivasi, dan keterbatasan dalam mencapai tujuan akademis dapat dikaji dengan menggunakan kuantitatif.