Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rapid Environmental Assessment dalam Penentuan Program Prioritas Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Plaju Ulu Bayu Kartikasari, Ika; Rachmi Indahsari, Siti; Butar-Butar, Binsar; Mufarika, Rully; Adi Suhendra, Ahmad; Aziz, Abdul
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i7.169

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) bertujuan untuk melihat peningkatan Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatur mekanisme potensi peranan perusahaan yang sangat besar dalam penangan bencana. Rapid Environmental Impact Assesment in Disasters (REA) memprioritaskan kesejahteraan masyarakat yang disebabkan oleh kebencanaan dengan mengidentifikasi dan memasukkan isu lingkungan ke dalam tahap awal proses tanggap untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi. Kelurahan Plaju Ulu merupakan kawasan yang terletak di Ring 1 perusahaan sehingga perusahaan bertanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas warga dengan melakukan mitigasi kebencanaan. Adapun rumusan masalah yang diangkat sebagai berikut: (1) Melakukan analisa resiko dan kerentanan sosial, lingkungan dan fisik dengan menggunakan prinsip rapid environmental impact assessment in disaster (REA). (2) Perencanaan program pemberdayaan masyarakat binaan di daerah yang terkena bencana di untuk mendukung kegiatan penanganan dan penanggulangan bencana. Hasil penelitian diperoleh, potensi kebencaanaan yang dihadapi Kelurahan Plaju Ulu yaitu kebakaran dan covid-19. Namun kerentanan kebencanaan lebih banyak di sebabkan memiliki modal sumber daya manusia, finansial, infrastruktur, Sumber daya alam, dan sosial cukup baik diantaranya Memiliki banyak penduduk usia produktif dan sebagian warganya menjalankan UMKM, Kegiatan gotong royong masih dijalankan rutin. 2) Rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang ditawarkan yaitu pembentukan kampung UMKM Plaju Ulu, pemanfaatan limbah tempe dengan pembuatan pakan ternak dan pembangunan IPAL, dan pembentukan satgas siaga covid-19 untuk mengurangi wabah covid-19.
Aspek Keberlanjutan Program Mina Padi Di Desa Sungai Rebo: Pelajaran Dari CSR Pt Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju Junaidi, Yulian; Rachmi Indahsari, Siti; Ahmad Adi, Suhendra
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i8.497

Abstract

Program Mina Padi telah dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan manusia, dilihat dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologis, tentang partisipasi dan tingkat kemiskinan serta faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan program tersebut antara lain faktor internal dan eksternal. Pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling dengan sampel sebanyak 30 responden. Data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara responden menggunakan kuesioner, observasi dan referensi. Tujuan pertama penelitian melakukan penilaian data dengan skala seperti pengukuran dengan memberikan skor 1, 2, dan 3 yang mewakili kriteria rendah(tidak berkelanjutan), sedang(cukup berkelanjutan), tinggi(berkelanjutan) dan tujuan kedua menggunakan tabulasi, pengukuran dengan memberikan skor 1 yang berarti berpengaruh dan 0 yang berarti tidak berpengaruh untuk mengukur faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi keberhasilan program yang dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Rifinery Unit (RU) III Plaju. Berdasarkan kajian analisis keinginan Program Mina Padi di Desa Sungai Rebo Kabupaten Banyuasin memiliki skor 35,19 termasuk kriteria tinggi dilihat dari aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor Kekompakan Kelompok tani, Demplot Mina Padi, Pengetahuan dan kearifan lokal, Pengalaman usahatani, Kepemimpinan kelompok yang efektif, serta Motivasi petani., dengan pengaruh tersebut sebesar 78,33 persen. Sedangkan faktor ekseternal terdiri dari Keberhasilan program dipengaruhi oleh faktor Inovasi, Akses terhadap input, Produktivitas Usahatani, Pemasaran, Dukungan dari pemerintah desa, Dukungan dari perusahaan, Pendamping dan Tenaga ahli program, dengan pengaruh tersebut sebesar 81,68 persen.