Abstract Research on "Legal Analysis of the Implementation of Building Materials Orders at Cahaya Lamboy Store in Pontianak City", aims to find out and explain the implementation of building materials orders at Cahaya Lamboy Store in Pontianak City. To find out and explain the factors causing the implementation of building materials orders at Cahaya Lamboy Store in Pontianak City not to be implemented according to the agreement. To reveal efforts that can be made by the parties in implementing building materials orders at Cahaya Lamboy Store in Pontianak City so that they are implemented as expected. This research was conducted using an empirical legal method with a descriptive analysis approach, namely legal research that functions to be able to see the law in a real sense by examining how the law works in a community environment, so the empirical legal research method can also be said to be sociological legal research.Based on the results of the research and discussion, the following results were obtained: That the implementation of building material orders at the Cahaya Lamboy Store in Pontianak City has not been fully implemented properly by the parties in accordance with the agreement because there are still problems where some consumers have not paid for the orders that have been given and the provider also often delays in implementing orders requested by consumers, this of course will result in poor relations between the two parties. That the factors causing the implementation of building material orders at the Cahaya Lamboy Store in Pontianak City not to be implemented according to the agreement are due to factors from within and from within each party Where each party has reasons for not implementing building material orders properly, the causal factors include unfavorable weather and the lack of availability of ordered building materials and financial problems so that consumers have not been able to fulfill their obligations for ordering building materials that have been given by business actors. That the efforts that can be made by the parties in implementing building material orders at the Cahaya Lamboy Store in Pontianak City so that they are implemented as expected are by conducting negotiations and deliberations between the parties through deliberation and consensus so that the best solution is found for the parties so that good relations can be maintained. Keywords: Implementation, Ordering, Building Materials Abstrak Penelitian tentang "Analisis Yuridis Tanggung Jawab Bank Terhadap Nasabah Yang Terkena Skimming Di Kota Pontianak", bertujuan Untuk mendapatkan data dan informasi tentang tanggung jawab Bank terhadap nasabah yang terkena Skimming Di Kota Pontianak. Untuk mengungkapkan faktor penyebab belum dilaksanakannya tanggung jawab terhadap nasabah bank yang terkena Skimming Di Kota Pontianak. Untuk mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan oleh nasabah atas tanggung jawab bank akibat terkena Skimming Di Kota Pontianak Penelitian ini dilakukan dengan metode hukum empiris dengan pendekatan diskriptif analisis yaitu penelitian hukum yang berfungsi untuk dapat melihat hukum dalam artian nyata secara meneliti bagaimana kerjanya hukum disuatu lingkungan masyarakat, maka metode penelitian hukum empiris juga dapat dikatakan sebagai penelitian hukum sosiologis.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh hasil sebagai berikut : Bahwa tanggung jawab Bank terhadap nasabah yang terkena Skimming Di Kota Pontianak dilaksanakan sebagaimana yang menjadi tanggung jawab pihak bank misalnya dengan segera menangani persoalan jika terjadi pelaporan oleh nasabah atas kejadiaan skimming yang dialaminya, namun tanggung jawab tersebut sebatas apa yang bisa dilakukan oleh pihak bank misalnya jika skimming dilakukan oleh orang dalam atau akibat kesalahan dari pihak bank sendiri sedangkan jika skimming terjadi akibat keteledoran nasabah misanya terjadi penipuan makan bank tidak akan bertanggung jawab. Bahwa faktor penyebab belum belum dilaksanakannya tanggung jawab terhadap nasabah bank yang terkena Skimming Di Kota Pontianak dikarenakan tidak semua kesalahan skimming akibat dari pihak bank itu sendiri, kadangkala skimming juga terjadi karena kelalaian nasabah karena mengalami penipuan sehingga dananya tersedot dan mengalami kerugian jika hal ini terjadi maka bank tidak dapat melakukan tanggung jawab karena dalam kegiatan perbankan ada prosedure yang harus ditaati. Bahwa upaya yang dapat dilakukan oleh nasabah atas tanggung jawab bank akibat terkena Skimming Di Kota Pontianak adalah nasabah dapat segera melakukan upaya pengaduan kepada bank terdekat untuk dapat menindaklanjuti kerugian yang di derita oleh nasabah, dimana upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan upaya musyawarah dengan pihak bank sementara pihak bank segera meminta pihak kepolisian untuk segera menyelidiki kasus kejahatan skimming yang merugikan nasabah. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Bank, Nasabah, Skiming