This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011211167, PRICILLE ANGGELICA SWADESI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERLINDUNGAN ANAK SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN INSES BERDASARKAN PERSPEKTIF VIKTIMOLOGI DI KOTA PONTIANAK NIM. A1011211167, PRICILLE ANGGELICA SWADESI
Jurnal Fatwa Hukum Vol 8, No 2 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kejahatan inses merupakan suatu tindak kejahatan yang dapat terjadi kepada setiap orang khususnya kepada anak. Hal tersebut dikarenakan adanya karakteristik yang berbeda sehingga menyebabkan hal tersebut sebagai faktor kerentanan pada anak. Kejahatan inses juga menimbulkan dampak yang serius kepada korbannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kerentanan dan dampak psikologis pada anak sebagai korban kejahatan inses di Kota Pontianak sebagai kendala dalam terlaksananya proses hukum perlindungan anak. Selain itu, untuk mengetahui alur penanganan dari Komisi Perlindungan Anak di Kota Pontianak dalam melakukan proses hukum dan perlindungan kepada anak sebagai korban kejahatan inses. Penelitian ini menggunakan pendekatan Ilmu Viktimologi dengan spesifikasi Teori Rutinitas Rutin yang digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik korban sebagai faktor kerentanan. Pada teori tersebut, penulis membagi menjadi 3 komponen yaitu target yang tepat, pelaku yang termotivasi, dan ketidakadaan pengawasan. Berdasarkan metode penelitian empiris yang digunakan oleh penulis yaitu penelitian yang secara langsung di lapangan dan melakukan wawancara kepada populasi dan sampel yang telah ditentukan, serta menggunakan metode kuesioner dengan responden yaitu wali anak sebagai korban kejahatan inses di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses hukum perlindungan anak kepada anak sebagai korban kejahatan inses di Kota Pontianak masih menghadapi tantangan akibat adanya faktor kerentanan pada anak dan dampak yang dialami setelah kejadian. Diperlukan pendekatan yang lebih maksimal kepada korban oleh Aparat Penegak Hukum dan lembaga perlindungan anak dalam menangani permasalahan anak khususnya pada kasus kejahatan inses. Kata Kunci: Perlindungan Anak, Kejahatan Inses, Viktimologi, Kota Pontianak ABSTRACT Incest crime is a criminal act that can happen to anyone, especially children. This is due to differing characteristics that make children more vulnerable. Incest crimes also have serious impacts on their victims. This study aims to examine the vulnerability factors and psychological impacts on children as victims of incest crimes in Pontianak City, which pose challenges to the legal process of child protection. Additionally, it seeks to understand the handling procedures of the Child Protection Commission in Pontianak City in carrying out legal processes and protection efforts for child victims of incest crimes. This study employs a Victimology approach, specifically using the Routine Activities Theory to describe victim characteristics as factors of vulnerability. Within this theory, the author categorizes three components: a suitable target, a motivated offender, and the absence of guardianship. The study adopts an empirical research method, involving direct fieldwork, interviews with selected populations and samples, and questionnaire distribution to respondents, specifically the guardians of child victims of incest crimes in Pontianak City. The findings reveal that the legal process of child protection for child victims of incest crimes in Pontianak City still faces challenges due to children"™s vulnerability factors and the impacts they experience after the incident. A more comprehensive approach is required from Law Enforcement Officers and child protection institutions in addressing child-related issues, particularly in incest crime cases. Keywords: Child Protection, Incest Crime, Victimology, Pontianak City