Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI PIAGAM MADINAH DALAM PEMBENTUKAN PRINSIP-PRINSIP HAK ASASI MANUSIA GLOBAL: TINJAUAN SEJARAH DAN HUKUM ISLAM Azizah, Sofa Sofiatul; Yudhistira, Dadang
MASHLAHAH Vol. 4 No. 1 (2025): Mashlahah: Journal of Islamic Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/28chbx15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang lahirnya Piagam Madinah serta menganalisis peranannya dalam membentuk dan menjaga hubungan sosial-politik antara umat Muslim dan non-Muslim di Madinah pada masa awal Islam. Masalah utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana kondisi sosial masyarakat Madinah sebelum Piagam disusun, serta sejauh mana isi dan penerapan Piagam Madinah mampu menciptakan harmoni antar komunitas yang berbeda keyakinan. Piagam Madinah merupakan dokumen politik pertama yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah, dan menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat plural yang adil dan damai. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan kualitatif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama meliputi teks Piagam Madinah, Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, Tarikh al-Tabari, serta literatur kontemporer. Hasilnya menunjukkan bahwa Piagam Madinah berperan signifikan dalam menata hubungan antar kelompok etnis dan agama, khususnya Muslim dan Yahudi. Piagam ini mengatur hak dan kewajiban warga serta menegaskan prinsip keadilan, toleransi, dan persatuan. Dalam konteks hubungan Muslim dan non-Muslim, Piagam ini membuktikan bahwa Islam sejak awal mengakui keberagaman dan mendukung koeksistensi damai. Pengalaman Madinah tahun 622 M menjadi inspirasi dalam membangun masyarakat multikultural yang harmonis saat ini.
Pandangan Islam Terhadap Pluralisme dan Multikulturalisme: Perspektif Surah Al-Hujurat Ayat 13 Firdaus, Naufal; Azizah, Sofa Sofiatul; Assondani, Muhammad Mufri Najmul Umam
JSPH : Jurnal Sosial Politik Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jsph.v1i4.1534

Abstract

 This article examines Islam's perspective on pluralism and multiculturalism through the lens of Surah Al-Hujurat, verse 13. This verse emphasizes the significance of human diversity, created in various tribes and nations, as a manifestation of Allah's greatness and a means to foster mutual understanding. Employing a thematic exegesis approach, the study analyzes how Islamic principles uphold diversity, justice, and tolerance as essential elements for building social harmony. The findings reveal that Islam acknowledges plurality as a natural aspect of human existence and emphasizes universal brotherhood that transcends ethnic, cultural, and religious boundaries. This verse provides an ethical foundation for strengthening intercultural interactions based on respect and mutual comprehension, positioning pluralism and multiculturalism as opportunities to enhance human relationships. These insights contribute to contemporary discourse on interfaith dialogue and managing diversity in multicultural societies.