Ketegangan atau konflik yang terjadi antara suami istri dalam rumahtangga seperti perselisihan pendapat, perdebatan, pertengkaran, saling mengejekatau bahkan memaki merupakan hal yang umum terjadi. Namun disadari ataupuntidak hal tersebut dapat menyinggung perasaan pasangan baik melalui sikapmaupun kata-katanya, dan bahkan istri merupakan ajang pelampiasan suami(Irmim, 2005). Pelampiasan suami terhadap istri seperti memukul, memakimerupakan salah satu contoh bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Agarkekerasan terhadap istri bisa dihindari, salah satu caranya yaitu denganmeningkatkan kemampuan komunikasi suami terhadap istri sehingga tercapaikeluarga yang harmonis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuankomunikasi suami dengan perilaku kekerasan terhadap istri di Perumahan BumiEste Muktisari Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional,populasinya diambil dari warga Perumahan Bumi Este Muktisari Jember RW VI.Teknik pengambilan sampelnya yaitu dengan random sampling yang berjumlah50 orang. Sedangkan analisa datanya menggunakan teknik analisa productmoment.Hasil analisa datanya diperoleh nilai r sebesar -0,450 dengan tarafsignifikansi 0,001 atau p<0,05 artinya ada hubungan yang sangat signifikan antarakemampuan komunikasi suami dengan perilaku kekerasan terhadap istri diperumahan bumi este muktisari jember. Hasil penelitian ini berkorelasi negatifartinya semakin tinggi kemampuan komunikasi suami maka semakin rendahperilaku kekerasan terhadap istri. Besarnya nilai sumbangan efektifnya yaitu Rsquared = 0,32, dengan demikian kemampuan komunikasi suami memberisumbangan efektif sebesar 32%.