Pada kendaraan terdapat beberapa sistem yang sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan berkendara. Salah satu sistem tersebut adalah sistem pengereman. Hydropneumatic brake system merupakan penggabungan dari sistem rem hidrolik dan rem pneumatik, dimana kampas tetap ditekan dengan minyak rem. Piston udara berdiameter lebih besar dari pada piston hidrolik. Katup rem brake valve terpasang dibawah pedal rem, berfungsi sebagai pembuka dan penutup aliran udara bertekanan. Pengendalian rem untuk roda depan dan belakang dilakukan secara terpisah. Aplikasi pengereman ini diperlukan untuk mempercepat aplikasi pengereman dan melepaskannya. Sehingga terjadinya penguncian roda dapat dihindari dan kendaraan lebih stabil atau dapat dikendalikan. Sehubungan dengan hal itu, terbatasnya pengetahuan tentang sistem pengereman tersebut dikarenakan belum adanya trainer Hydropneumatic brake system sebagai alat peraga serta mempermudah cara pembelajaran praktek dan khususnya untuk mengetahui cara kerja Hydropneumatic brake system tersebut. Berdasarkan hal tersebut diatas, telah dirancang trainer Hydropneumatic brake system dengan rangkaian pneumatik. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perhitungan sistem pneumatik agar dapat beroperasi dengan baik. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan cara menghitung gaya pneumatik yang diperlukan untuk mendorong gaya hidrolik. Gaya hidrolik yang diperoleh sebesar 458,23 N. Hasil dari penelitian dan pengolahan data bahwa untuk mendorong F pada gaya pneumatik yaitu 7983,41 N diperlukan diameter silinder sebesar 0,112 m2 dan daya kompresor 0,898417 kW, sehingga F dari sistem pneumatik 7983,41 N lebih besar dari F hidrolik yaitu 458,23 N.