Program Kampus Mengajar Angkatan 7, sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui partisipasi mahasiswa dalam penguatan literasi, numerasi, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi 29 program Kampus Mengajar Angkatan 7 di SDN Kebonan 2, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menghadapi tantangan keterbatasan sarana-prasarana, rendahnya literasi-numerasi siswa, dan kekurangan tenaga pengajar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif digunakan untuk mengkaji proses pelaksanaan program selama satu semester (FebruariāJuni 2024), melibatkan observasi, diskusi partisipatif, dan analisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti revitalisasi pojok baca, penggunaan platform digital (Wordwall, Canva), pelatihan teknologi, serta kolaborasi dengan komunitas lokal (Rumah Kreatif Anak Lumajang) berhasil meningkatkan minat baca, kemampuan numerasi, dan kesadaran lingkungan siswa. Selain itu, kegiatan seperti Festival Literasi-Numerasi (LIRASNARA) dan Lomba Poster Lingkungan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran kreatif. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi dan kesenjangan adaptasi metode baru oleh guru. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan pihak eksternal menjadi kunci keberhasilan program. Keberlanjutan inisiatif ini memerlukan komitmen sekolah dalam mengadopsi praktik terbaik, dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana, serta pelibatan orang tua untuk memperkuat dampak jangka panjang pada pembentukan generasi literat dan responsif terhadap perkembangan zaman.