Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Numerical Analysis of Hepatitis A Transmission Using the Susceptible-Infected-Treatment-Recovery (SITR) Model with Vaccination Using 14th-Order Runge-Kutta Method Runge Kutta Method Eko Yudi Febriyanto; Mayra Fadhilla Dewi
Rangkiang Mathematics Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Rangkiang Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Padang (UNP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/rmj.v4i1.71

Abstract

Hepatitis A remains a serious health issue in Indonesia, particularly in areas with poor sanitation. Poor sanitation significantly contributes to the transmission of Hepatitis A, as the disease is commonly spread through contaminated water and food. Inadequate waste management, lack of clean water access, and poor hygiene practices increase the likelihood of outbreaks, especially in densely populated areas. This study aims to analyze the dynamics of Hepatitis A transmission using the SITR (Susceptible-Infected-Treatment-Recovered) model, incorporating vaccination and treatment interventions. The methodology involves mathematical model construction, stability analysis, and numerical simulation using MATLAB's 14th-order Runge-Kutta method. Simulation results indicate a decline in the susceptible population (S) from 80% to nearly 0% due to high transmission rates (beta = 0,4286-0,9) and vaccination effectiveness (sigma = 0,008-0,01). The infected population (I) decreases significantly through treatment interventions (eta = 0,1-0,3) and recovery rates (gamma = 0,0825-0,37), while the recovered population (R) dominates up to 95% by the end of the simulation. The combination of vaccination, expanded treatment access, and improved care quality effectively suppresses disease spread, even under high transmission conditions. This study recommends multidimensional interventions such as mass vaccination, sanitation education, and rapid medical response for controlling Hepatitis A outbreaks.
Implementasi 29 Program Kampus Mengajar Angkatan 7 pada Sekolah Dasar di Klakah Lumajang Eko Yudi Febriyanto
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v8i1.8979

Abstract

Program Kampus Mengajar Angkatan 7, sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui partisipasi mahasiswa dalam penguatan literasi, numerasi, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi 29 program Kampus Mengajar Angkatan 7 di SDN Kebonan 2, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang menghadapi tantangan keterbatasan sarana-prasarana, rendahnya literasi-numerasi siswa, dan kekurangan tenaga pengajar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan partisipatif digunakan untuk mengkaji proses pelaksanaan program selama satu semester (Februari–Juni 2024), melibatkan observasi, diskusi partisipatif, dan analisis data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program seperti revitalisasi pojok baca, penggunaan platform digital (Wordwall, Canva), pelatihan teknologi, serta kolaborasi dengan komunitas lokal (Rumah Kreatif Anak Lumajang) berhasil meningkatkan minat baca, kemampuan numerasi, dan kesadaran lingkungan siswa. Selain itu, kegiatan seperti Festival Literasi-Numerasi (LIRASNARA) dan Lomba Poster Lingkungan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran kreatif. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi dan kesenjangan adaptasi metode baru oleh guru. Temuan penelitian menegaskan bahwa sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan pihak eksternal menjadi kunci keberhasilan program. Keberlanjutan inisiatif ini memerlukan komitmen sekolah dalam mengadopsi praktik terbaik, dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana, serta pelibatan orang tua untuk memperkuat dampak jangka panjang pada pembentukan generasi literat dan responsif terhadap perkembangan zaman.