Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Mahfud MD Tentang Politik Inspiratif Dalam Perspektif Hadis Dan Implementasinya Untuk Mewujudkan Stabilitas Negara Firdaus, Rian Ahmad Ashab; Kurnaini, Mohammad
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v1i2.451

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas dengan beragam suku, ras, budaya dan agama. Dengan kondisi seperti ini potensi untuk terjadinya perpecahan sangat besar terutama menjelang Pemilu. Apabila perpecahan sampai terjadi maka hal ini dapat mengganggu stabilitas negara. Mahfud MD menjelaskan sebuah konsep yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini yang disebut politik inspiratif. Ajaran Islam melalui hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ juga telah memberikan pengajaran tentang politik inspiratif ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui definisi dari politik inspiratif, mendukung konsep ini dari perspektif hadis dan implementasinya untuk mewujudkan stabilitas negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah definisi politik inspiratif menurut Mahfud MD adalah menginspirasi dan mengajak sesama manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Semua indikator politik inspiratif yang disebutkan oleh Mahfud MD terdapat dalil dari hadis-hadis Nabi ﷺ yang mendukungnya. Implementasi dari politik inspiratif adalah dengan mengajak masyarakat melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan sehingga akan tercipta masyarakat yang madani, bertakwa, berbudi luhur, berakhlak mulia, jujur dan adil sehingga Allah ﷻ akan mengangkat pemimpin yang serupa sehingga stabilitas negara akan terwujud. Kata Kunci: Hadis; Politik Inspiratif; Mahfud MD; Stabilitas Negara.
KRITIK MUSṬAFA A’ẒAMĪ TERHADAP PANDANGAN ORIENTALIS TENTANG HADIS NABI Kurnaini, Mohammad; Muhammad Wahid Abdullah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 12 No 2 (2025): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-majaalis.v12i2.869

Abstract

The defense of the Prophet's ḥadīth ﷺ has been carried out by Muslim scholars throughout the ages. In earlier times, they examined the chains of transmission (sanad) and compiled ḥadīth into collections. However, with the emergence of Orientalist scholars, Muslim scholars began to critique Orientalist views on ḥadīth. Orientalists argued that ḥadīth were not the sayings of the Prophet ﷺ, but rather statements of later Muslim scholars, with isnāds retroactively constructed to trace back to the Prophet ﷺ. Among the theories proposed by Orientalists to critique the sanad are Projecting Back, Argumentum e Silentio, and Common Link. Meanwhile, they questioned the authenticity of ḥadīth texts (matn) by linking them to the political context of the time. This study uses a qualitative method with a library research approach. One of the Muslim scholars who significantly contributed to refuting these Orientalist views is Muḥammad Muṣṭafā al-Aʿẓamī. Through his dissertation, he effectively exposed the weaknesses in the Orientalists' theories, showing that their conclusions were inconsistent with historical facts due to the incompleteness of their data.