Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Personal Safety Questionnaire Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Keselamatan Pribadi Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Muh Rajan Piara; Salsabila Mursah; Amirah Nursalsabillah Tamim; Ratu Alisya Deswina; Dino Rizadman Rahia; Wahyu Woliyono
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v3i2.1577

Abstract

Peningkatan kasus kekerasan seksual di kalangan remaja saat ini semakin meningkat, hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri khususnya di Kota Baubau, terdapat 251 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Sepanjang tahun 2024, kasus kekerasan seksual terhadap anak tercatat sebagai kasus paling dominan di kota Baubau dengan jumlah mencapai 29 kasus. Melihat tingginya angka tersebut serta rentannya remaja menjadi korban, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang dapat membekali siswa dengan keterampilan perlindungan diri. Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pendidikan keselamatan pribadi dalam menghadapi tindakan kekerasan seksual. Psikoedukasi dilaksanakan di SMPN 1 dan SMPN 9 Baubau dengan melibatkan 58 siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, refleksi diri, dan ice breaking. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan berdasarkan hasil uji Wilcoxon (p = 0.003). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai kekerasan seksual serta pentingnya perlindungan diri. Dengan meningkatnya pemahaman siswa, diharapkan mereka mampu mengambil sikap preventif dan berani melaporkan jika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual. Oleh karena itu, psikoedukasi sangat direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan di sekolah sebagai langkah pencegahan yang berkelanjutan.
Efektivitas Psikoedukasi Berbasis Personal Safety Questionnaire dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Keselamatan Pribadi sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Muh Rajan Piara; Salsabila Mursah; Amirah Nursalsabillah Tamim; Ratu Alisya Deswina; Dino Rizadman Rahia; Wahyu Woliyono
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 5 (2025): Menulis - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i5.244

Abstract

Peningkatan kasus kekerasan seksual di kalangan remaja saat ini semakin meningkat, hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri khususnya di Kota Baubau, terdapat 251 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Sepanjang tahun 2024, kasus kekerasan seksual terhadap anak tercatat sebagai kasus paling dominan di kota Baubau dengan jumlah mencapai 29 kasus. Melihat tingginya angka tersebut serta rentannya remaja menjadi korban, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang dapat membekali siswa dengan keterampilan perlindungan diri. Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pendidikan keselamatan pribadi dalam menghadapi tindakan kekerasan seksual. Psikoedukasi dilaksanakan di SMPN 1 dan SMPN 9 Baubau dengan melibatkan 58 siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, refleksi diri, dan ice breaking. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan berdasarkan hasil uji Wilcoxon (p = 0.003). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai kekerasan seksual serta pentingnya perlindungan diri. Dengan meningkatnya pemahaman siswa, diharapkan mereka mampu mengambil sikap preventif dan berani melaporkan jika mengalami atau menyaksikan kekerasan seksual. Oleh karena itu, psikoedukasi sangat direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pendidikan di sekolah sebagai langkah pencegahan yang berkelanjutan.
Pengalaman Siswa SMA dalam Mengintegrasikan Aktivitas Fisik dan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam untuk Menjaga Kesehatan Mental La Ode Jirman; Dino Rizadman Rahia; Ardiansyah Ardiansyah
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2026): April: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v4i2.3270

Abstract

Academic challenges, social interaction pressures, and psychological developmental dynamics have made adolescent mental health an important issue requiring attention within educational settings. The World Health Organization reports that approximately one in seven adolescents aged 10–19 worldwide experience mental health problems, contributing substantially to the burden of disease among this age group. In this context, physical activity and the internalization of Islamic Religious Education (IRE) values have the potential to complement each other in supporting students’ mental health. This study aimed to explore the experiences of senior high school students in engaging in physical activities and applying Islamic Religious Education values as part of their efforts to maintain mental health. A qualitative approach with a phenomenological design was employed. Twelve senior high school students who actively participated in sports activities and religious learning were recruited as participants. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings identified three main themes: (1) physical activity as a strategy for reducing stress and improving emotional well-being; (2) Islamic Religious Education values as a source of inner peace, self-control, and meaning in life; and (3) the integration of physical activity and religious practices in fostering psychological balance. The findings indicate that combining physical activity with the practice of Islamic values can help students regulate their emotions, strengthen resilience, and promote more comprehensive psychological well-being. Therefore, educational programs that integrate physical, spiritual, and psychological dimensions are important to support students’ mental health within school settings
Edukasi Bahaya Kekerasan pada Rekan Sebaya sebagai Upaya Pencegahan Bullying pada Siswa Sekolah Menengah Atas La Ode Jirman; Dino Rizadman Rahia; Ardiansyah Ardiansyah
Nusantara Mengabdi Kepada Negeri Vol. 3 No. 2 (2026): Mei: Nusantara Mengabdi Kepada Negeri
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/numeken.v3i2.1862

Abstract

Peer violence and bullying are common problems in senior high school environments. Cases of violence against children reported to the Indonesian Child Protection Commission (KPAI), particularly those involving bullying, remain a significant concern that requires attention, especially when such incidents occur in educational settings. The negative consequences of these behaviors include impaired mental health, decreased academic achievement, and disrupted social relationships among students. This community service activity aimed to improve high school students’ knowledge and awareness of the forms, impacts, and prevention strategies related to peer violence. The activity was conducted at a public senior high school in Baubau City. The methods included educational sessions, interactive discussions, educational video presentations, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results showed an increase in students’ mean knowledge scores from 68.3 in the pre-test to 89.7 in the post-test. In addition, students demonstrated improved understanding of the importance of empathy, assertive communication, and the courage to report acts of violence to school authorities. This activity had a positive impact on increasing students’ awareness of the dangers of peer violence and the importance of creating a safe, supportive, and comfortable school environment.