Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Abdurrauf Social Science

The Impact of Corruption on Economic Development and Community Welfare from Local And National Perspectives Rudiyansah, Muhammad Mas Davit Herman; Rezki, Moch. Gufron Fajar
Abdurrauf Social Science Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v2i2.349

Abstract

Corruption is a fundamental problem that hinders development and undermines state legitimacy. In Indonesia, corrupt practices not only result in financial losses to the state but also have systemic effects that undermine governance, hinder economic growth, and exacerbate social inequality. This study aims to analyze in depth how corruption impacts economic development and public welfare, emphasizing its link to public access to basic services such as education, health, and infrastructure. The method used is a qualitative descriptive approach with a literature review approach, examining secondary data from academic journals, anti-corruption agency reports, investigative news, and public policy documents. The study results show that corruption creates market distortions, weakens national competitiveness, and diverts development funds to the interests of political and bureaucratic elites. This condition results in unequal distribution of development between regions, low quality public services, and weakened public participation in the development process. Furthermore, corrupt practices have an impact on declining public trust in state institutions, which in turn has the potential to lead to social instability and a crisis of government legitimacy. This research emphasizes that eradicating corruption requires a multidimensional strategy, ranging from consistent law enforcement and bureaucratic reform to the application of digital technology to increase transparency and accountability. Therefore, the findings of this study are expected to provide conceptual and practical contributions to formulating a more comprehensive, sustainable anti-corruption strategy that adheres to the principles of social justice for the realization of inclusive national development.  Abstrak: Korupsi merupakan salah satu masalah fundamental yang menghambat proses pembangunan dan melemahkan legitimasi negara. Di Indonesia, praktik korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga menimbulkan efek sistemik yang merusak tata kelola pemerintahan, menghambat pertumbuhan ekonomi, serta memperparah kesenjangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana korupsi memengaruhi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, dengan menekankan keterkaitannya terhadap akses publik pada layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, yang mengkaji data sekunder dari jurnal akademik, laporan lembaga antikorupsi, berita investigatif, serta dokumen kebijakan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa korupsi menciptakan distorsi pasar, memperlemah daya saing nasional, serta mengalihkan anggaran pembangunan ke kepentingan elit politik dan birokrasi. Kondisi ini mengakibatkan ketimpangan distribusi pembangunan antarwilayah, rendahnya kualitas layanan publik, dan melemahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Selain itu, praktik korupsi berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, yang pada gilirannya berpotensi menimbulkan instabilitas sosial dan krisis legitimasi pemerintahan. Penelitian ini menekankan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan strategi multidimensi, mulai dari penegakan hukum yang konsisten, reformasi birokrasi, hingga penerapan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam merumuskan strategi pemberantasan korupsi yang lebih komprehensif, berkelanjutan, serta berpihak pada prinsip keadilan sosial demi terwujudnya pembangunan nasional yang inklusif.
The Golden Role of the Islamic Students Association (HMI) in the Development of Democracy in Indonesia Rudiyansah, Muhammad Mas Davit Herman
Abdurrauf Social Science Vol. 1 No. 2 (2024): Abdurrauf Social Science
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arsos.v1i2.53

Abstract

Indonesian political history records the transition from authoritarian rule to a civil democracy system after the fall of President Soeharto on May 21, 1998. This change, which marked the end of the New Order regime and entered the Reformation Era, brought significant changes in national politics, including political liberalization. This study aims to analyze the role of the Islamic Student Association (HMI) in the development of democracy in Indonesia. HMI, as one of the largest and most historic student organizations, has contributed significantly to political education, public policy formation, leadership development, and social movements. The methodology used is a normative legal approach with secondary data analysis. This study includes a literature review, analysis of legal documents, and relevant library materials to evaluate HMI's contribution to democratic principles. Secondary data, including laws, regulations, and related literature, are used to analyze how HMI applies democratic norms in practice. Content and normative analysis are conducted to assess the relevance and impact of HMI's role. The results of the study indicate that HMI plays a strategic role in political education by increasing political awareness and student participation. In addition, HMI is also actively involved in the formation of public policy and leadership development, and plays a role in social movements such as the 1998 reform. Despite facing challenges related to independence and relevance amidst global change, HMI has managed to maintain its role as an important platform in democracy. The conclusion of this study confirms that HMI is an important pillar in the development of democracy in Indonesia. Through its contributions to political education, policy formation, and leadership development, HMI plays a significant role in shaping the socio-political dynamics of Indonesia. Although challenges remain, HMI must continue to adapt to changing times and remain focused on the core values ??and goals of the organization to continue to contribute to the progress of the nation. Keywords: Islamic Students Association (HMI); Indonesian democracy; role of organizations; democratic development. Abstrak: Sejarah politik Indonesia mencatat peralihan dari pemerintahan otoriter ke sistem demokrasi sipil pasca-kejatuhan Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Perubahan ini, yang menandai akhir rezim Orde Baru dan memasuki Era Reformasi, membawa perubahan signifikan dalam politik nasional, termasuk liberalisasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam pengembangan demokrasi di Indonesia. HMI, sebagai salah satu organisasi mahasiswa terbesar dan bersejarah, telah berkontribusi secara signifikan dalam pendidikan politik, pembentukan kebijakan publik, pengembangan kepemimpinan, dan gerakan sosial. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis data sekunder. Penelitian ini mencakup kajian literatur, analisis dokumen hukum, serta bahan pustaka yang relevan untuk mengevaluasi kontribusi HMI terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Data sekunder, termasuk undang-undang, peraturan, dan literatur terkait, digunakan untuk menganalisis bagaimana HMI menerapkan norma-norma demokrasi dalam praktiknya. Analisis konten dan normatif dilakukan untuk menilai relevansi dan dampak peran HMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HMI memainkan peran strategis dalam pendidikan politik dengan meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi mahasiswa. Selain itu, HMI juga terlibat aktif dalam pembentukan kebijakan publik dan pengembangan kepemimpinan, serta berperan dalam gerakan sosial seperti reformasi 1998. Meskipun menghadapi tantangan terkait independensi dan relevansi di tengah perubahan global, HMI berhasil menjaga perannya sebagai platform penting dalam demokrasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa HMI merupakan pilar penting dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. Melalui kontribusinya dalam pendidikan politik, pembentukan kebijakan, dan pengembangan kepemimpinan, HMI berperan signifikan dalam membentuk dinamika sosial-politik Indonesia. Meski tantangan tetap ada, HMI harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tetap fokus pada nilai-nilai inti serta tujuan organisasi untuk terus berkontribusi pada kemajuan bangsa. Kata Kunci: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI); demokrasi Indonesia; peran organisasi; pembangunan demokrasi.