Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

الاضطرابات اللغوية في ضوء النظرية المعرفية لاكتساب اللغة الثانية Muh. Zakki Amrulloh; M. Rondi
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/n6dncw60

Abstract

Gangguan berbahasa dalam konteks pemerolehan bahasa kedua merupakan fenomena yang kompleks dan penting untuk diteliti, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan penguasaan multibahasa dalam dunia global. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa banyak pelajar mengalami kesulitan dalam menguasai bahasa kedua, yang tidak jarang berkaitan erat dengan proses kognitif internal seperti perhatian, memori, dan pengolahan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk gangguan berbahasa dalam pemerolehan bahasa kedua melalui perspektif teori pembelajaran kognitif, yang menekankan peran aktif individu dalam membangun pengetahuan melalui proses mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan melalui penelaahan literatur-literatur relevan seperti buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang membahas gangguan bahasa, pembelajaran kognitif, dan pemerolehan bahasa kedua. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan berbahasa dalam konteks bahasa kedua umumnya terjadi pada aspek pemahaman semantik, struktur sintaksis, dan produksi ujaran, yang berkaitan dengan keterbatasan kapasitas memori kerja, kurangnya strategi kognitif, serta transfer negatif dari bahasa pertama. Selain itu, teori pembelajaran kognitif memberikan kerangka kerja yang komprehensif dalam memahami bagaimana individu memproses, menyimpan, dan mengaplikasikan bahasa dalam konteks belajar. Implikasi dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya peran strategi pembelajaran berbasis kognitif dalam mendukung pemerolehan bahasa kedua, terutama bagi pelajar yang mengalami hambatan berbahasa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan perancang kurikulum untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan kognitif peserta didik. Language disorders in the context of second language acquisition are a complex phenomenon and warrant serious investigation, especially amid the growing global demand for multilingual competence. This study is motivated by the observation that many learners struggle in acquiring a second language, often due to internal cognitive processes such as attention, memory, and information processing. The primary aim of this research is to examine the forms of language disorders in second language acquisition through the lens of cognitive learning theory, which emphasizes the active role of individuals in constructing knowledge through mental processes. This research employs a qualitative method using a library research approach, in which data is collected by reviewing relevant literature such as books, academic journals, and previous research that discusses language disorders, cognitive learning, and second language acquisition. The findings indicate that language disorders in the second language context commonly occur in the areas of semantic understanding, syntactic structure, and speech production. These issues are closely linked to limitations in working memory capacity, a lack of cognitive strategies, and negative transfer from the first language. Furthermore, cognitive learning theory provides a comprehensive framework for understanding how individuals process, store, and apply language in learning contexts. The implications of this study highlight the importance of cognitive-based learning strategies in supporting second language acquisition, particularly for learners experiencing language difficulties. These findings are expected to serve as a reference for educators and curriculum designers in developing more adaptive learning approaches that address learners' cognitive needs.
Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Pembelajaran Bahasa Arab melalui Pendekatan Error Analysis: Studi pada Keterampilan Menulis Muh. Zakki Amrulloh
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/nwxndb95

Abstract

This study is motivated by the low proficiency of university students in Arabic writing skills, as evidenced by the frequent grammatical and structural errors found in academic assignments. The research aims to analyze the forms and causes of errors made by students in Arabic writing, particularly in morphological and syntactic aspects. A descriptive qualitative method was employed using the Error Analysis approach as the analytical framework. Data were collected through documentation of students’ written work and interviews with lecturers of Arabic writing courses. The findings indicate that morphological errors predominantly occur in verb conjugations (ṣīghat al-fi‘l) and word endings (i‘rāb), while syntactic errors are frequently found in incorrect constructions of nominal and verbal sentences that violate Arabic grammatical rules (naḥwu). Contributing factors include first language interference, overgeneralization of rules, and a lack of structured practice in sentence formation. These findings highlight the need for more practical, contextual, and technology-supported teaching strategies in Arabic language instruction. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi mahasiswa dalam keterampilan menulis bahasa Arab, yang ditandai dengan maraknya kesalahan gramatikal dan struktur kalimat dalam berbagai tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan penyebab kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menulis bahasa Arab, khususnya pada aspek morfologis dan sintaksis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan Error Analysis sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui dokumentasi tulisan mahasiswa dan wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan morfologis paling banyak terjadi pada bentuk kata kerja (ṣighat al-fi‘l) dan perubahan akhir kata (i‘rāb), sedangkan kesalahan sintaksis banyak ditemukan pada susunan kalimat nominal dan verbal yang tidak sesuai kaidah naḥwu. Faktor penyebab kesalahan antara lain interferensi bahasa pertama, generalisasi kaidah, serta minimnya latihan struktur kalimat. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang lebih aplikatif, kontekstual, dan didukung oleh teknologi pembelajaran bahasa Arab.
Penggunaan Aplikasi Augmented Reality Untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab Di Era Digital M. Rondi; Muh. Zakki Amrulloh
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal At-Ta'bir Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/vrffts02

Abstract

This study aims to describe the use of Augmented Reality (AR) applications in increasing students’ interest in learning Arabic in the digital era. The research employed a qualitative approach with data collected through interviews and observations. The subjects of the study were sixth-grade students of MI Muhammadiyah 22 Sugihwaras who participated in Arabic language learning using the Augmented Reality application for four weeks. The results showed that the interactivity of the application successfully increased students’ enthusiasm for learning. The engaging visual and audio-based features made the learning process more interesting and less monotonous. Moreover, the use of the application encouraged students’ independent learning and enhanced their confidence in pronouncing Arabic vocabulary. Therefore, the Augmented Reality application proved to be an effective alternative learning medium aligned with the characteristics of 21st-century education. This study recommends the integration of technology in Arabic language learning to support students’ interest and active engagement in the digital age. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan aplikasi Augmented Reality dalam meningkatkan minat belajar bahasa Arab di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI MI Muhammadiyah 22 Sugihwaras yang mengikuti pembelajaran bahasa Arab menggunakan aplikasi Augmented Reality selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaktivitas aplikasi mampu meningkatkan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Fitur-fitur yang menyenangkan dan berbasis gambar serta suara menjadikan pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan. Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga mendorong kemandirian belajar siswa serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengucapkan kosakata bahasa Arab. Sehingga, aplikasi Augmented Reality terbukti efektif sebagai media pembelajaran alternatif yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab untuk mendukung minat dan keterlibatan aktif siswa di era digital.
فعالية استخدام هوت بوتاتوس (Hot Potatoes) لترقية مهارة القراءة في مدرسة إنسان جندكيا منديري المتوسطة الداخلية بسدوارجو Muh. Zakki Amrulloh
Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal At-Ta'bir: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/cktwvs43

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia diselenggarakan di sekolah-sekolah agama dan Pondok Pesantren, namun kebanyakan pembelajaran yang dilakukan masih menggunakan sistem tradisional dan jarang sekali menggunakan media pembelajaran yang inovatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen menggunakan pendekatan Kuantitatif, dengan variable bebas penggunaan Hot Potatoes dan Variabel terikat keterampilan membaca siswa. Instrumen pengumpulan data terdiri dari Observasi, Wawancara, Angket, dan Tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hot potatoes di SMP Insan Cendekia Mandiri Boarding School dapat dikatakan efektif, hal ini dtunjukkan dengan meningkatnya nilai siswa setelah penggunaan hot Potatoes, selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai T Hitung (-12.213) lebih besar dari nilai T Tabel (2.30) hal ini menunjukkan ditolaknya Ho dengan nilai signifikansi 0.000 yang lebih kecil dari 0.005. hal ini menunjukkan hipotesis bahwa pembelajaran bahasa Arab dengan Hot Potatoes adalah efektif diterima
MODEL OF MUALLAF DEVELOPMENT BASED ON LOCAL WISDOM IN MUSLIM MINORITY VILLAGES: A CASE STUDY OF NGADAS VILLAGE, EAST JAVA Jefri Mardiansyah A; Ishomuddin; Romelah; Muh. Zakki Amrulloh
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6903

Abstract

This research examines a model of muallaf development based on local wisdom within a Muslim minority community, with a case study in Ngadas Village, Poncokusumo District, Malang Regency. This village has a unique socio-religious character, where Muslims are a minority group, mostly increasing through conversion due to marriage and social interaction. This condition necessitates a development pattern that is not only doctrinal but also adaptive to local culture and interreligious relations. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed interactively through condensation, presentation, and conclusion drawing with data triangulation. The results show that muallaf development is carried out through a non-directive community-based model that integrates local wisdom into socio-religious traditions, such as tahlilan, Friday prayers, and daily interactions. This model contributes to strengthening the Islamic identity of muallaf and maintaining social harmony, although it still faces limitations in resources and development planning.