Perkembangan kota yang pesat akan memunculkan kenaikan dari kegiatan masyarakat, hal ini membuat terjadinya pergerakan di jalan raya akan menjadi tinggi. Kegiatan perkotaan yang sibuk dan juga padat menuntut masyarakatnya untuk bertindak cepat bahkan cenderung ceroboh saat melintasi jalan raya, hal ini tentu saja mengamcam keselamatan pejalan kaki. Maka masyarakat pejalan kaki diharuskan untuk menggunakan jalur jalan dan melakukan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia. Pesatnya perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat pemerintah semakin gencar dalam memfasilitasi masyarakat dengan fasilitas yan canggih pula. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengurangan kecelakaan lalu lintas antara pengendara bermotor dengan pejalan kaki. Untuk itu Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru memasang beberapa fasilitas lampu penyeberangan yang disebut dengan nama Pelican Crossing di beberapa sudut kota. Pedesterian Light Controlled Crossing (Pelican Crossing) sendiri merupakan fasilitas lampu penyeberangan yang mengadaptasi dari fungsi lampu merah biasa. Yang membedakannya adalah Pelican Crossing ini dilengkapi tombol yang bisa ditekan langsung oleh pejalan kaki jika hendak menyebrang. Demi terlaksananya sebuah program dengan efektif maka sangat diperlukan sosialisasi kepada masyarakat. Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru pada Seksi Manajemen Rekayasa Fasiltas dan Lalu Lintas Jalan dan Perairan merupakan satu diantara instansi yang memegang peran penting pada pelaksanaan kegiatan sosialisasi fasilitas Pelican Crossing di Kota Pekanbaru. Penelitian ini memakai metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang mana teknik dalam mengumpulkan data yang dipakai yakni melalui cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik untuk menganalisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan menarik kesimpulan. Hasil penelitian dilapangan memberikan pernyataan dimana sosialisasi yang dilaksanakan Seksi Manajemen Rekayasa Fasilitas dan Lalu Lintas dan Perairan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru belum optimal, hal tersebut disebabkan masih banyak masyarakat yang belum tahu dan paham akan Pelican Crossing tersebut. Apabila sosialisasi dilaksanakan dengan cara yang optimal akan menyumbangkan pengaruh yang baik dan turut akan mewujudkan budaya tertib lalu lintas dari masyarakat yang memakai jalan terkhusus di Kota Pekanbaru melalui tersedianya fasilitas Pelican Crossing ini.