Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan membandingkan kinerja keuangan Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta berdasarkan rasio kemandirian keuangan daerah, rasio derajat desentralisasi, rasio efektivitas PAD dan rasio efisiensi belanja. Data penelitian bersumber dari Laporan Realisasi Anggaran Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif dan komparatif. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis rasio, analisis tren, dan analisis komparatif rata-rata. Hasil penelitian menunjukan bahwa Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta memiliki rata-rata rasio kemandirian keuangan daerah tinggi dengan pola delegatif, rata-rata rasio derajat desentralisasi sangat baik, rata-rata rasio efektivitas PAD cukup efektif, dan rata-rata rasio efisiensi belanja sudah efisien. Hasil perbandingan antara kedua daerah menunjukan bahwa Provinsi DKI Jakarta lebih baik kinerja keuanganya dibandingkan Jawa Barat dari hasil kemandirian keuangan daerah, derajat desentralisasi dan efisiensi belanja. Sedangkan Jawa Barat lebih baik dari DKI Jakarta dalam efektivitas pencapaian target Pendapatan Asli Daerah. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya Jawa Barat untuk mengoptimalkan potensi basis pajak baru guna meningkatkan kemandirian, sementara DKI Jakarta perlu meningkatkan akurasi perencanaan target pendapatan agar lebih efektif. Kontribusi penelitian ini memberikan kerangka evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang lebih adaptif.