Latar Belakang : Penyakit Arteri Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan faktor risiko lainnya. PJK terjadi akibat penyempitan arteri koroner yang menghambat suplai darah ke jantung sehingga memicu gejala seperti angina. Meskipun terapi farmakologis umum digunakan untuk mengatasi nyeri angina, banyak pasien yang masih mengalami gejala berulang. Oleh karena itu, pendekatan nonfarmakologis seperti intervensi berbasis spiritual mulai mendapat perhatian. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teknik spiritual, seperti doa dan relaksasi berbasis spiritual, dapat membantu mengurangi gejala angina dan meningkatkan kesejahteraan pasien. Namun, masih terbatasnya bukti ilmiah yang mengkaji efektivitas intervensi tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensinya dalam penatalaksanaan PJK. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi spiritual dalam mengurangi gejala angina pada pasien PJK. Metode: Tinjauan pustaka ini disusun berdasarkan literatur dari basis data jurnal yang mencakup tahun 2019-2024 termasuk PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan adalah “Intervensi spiritual” ATAU “Dzikir” ATAU “AL-Quran” DAN “Gejala angina” ATAU “Nyeri dada” DAN “Penyakit arteri koroner” ATAU “STEMI” ATAU “Penyakit jantung koroner” ATAU “Infark miokard”. Artikel yang diperoleh dipilih dan ditinjau menggunakan pedoman dan diagram alir PRISMA. Sembilan artikel asli digunakan. Hasil: Sebanyak 245.009 artikel yang dipublikasikan diidentifikasi dan sepuluh artikel dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil sintesis data menggunakan metode deskriptif menunjukkan bahwa semua penelitian terbukti lebih efektif, fleksibel, dan memiliki aksesibilitas yang lebih tinggi dalam mengurangi gejala angina pada PJK dengan intervensi spiritual. Kesimpulan: Terapi berbasis spiritual, seperti dzikir, murottal Al-Qur'an, dan relaksasi Benson dapat mengurangi tingkat nyeri pada pasien PJK.