Articles
Komunikasi Humor: Mengekspresikan Frustrasi tanpa Konfrontasi
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 21 (2007)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Undoubtedly  humor   and  laughing   are  essential  parts  of  what  if  is  to  be human.  All humor  is fundamentally  human  activity.  Humor  is one  of the most important form  of  creative  human  communication  and  expressive  culture/  yet the  formal  study  of  humor  and  ifs  social  consequences  has  not  enjoyed widespread  popularity.    Humor   literature   can   be   split  info   two   broad categories:   (a)  why  individuals   use  humor  (mofivafional!y/psychological/y)and  (b) the function  humor  within a social  setting  on society  (sociologically)
Organizational Discourse: Ideologi dan Relasi Kuasa dalam Organisasi
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Oganizational Discourse adalah kajian kritis keorganisasian yang berfokus  pada  proses relasi kuasa  dan dominasi  yang terbentuk   dalam  realitas sosial organisasi, melalui proses pewacanaan yang  terjadi.  Proses  pengorganisasian sendiri dilihat sebagai situs dominasi  (site  of  domination)  kelornpok  tertentu. Semuabentukan kuasa dan dominasi tersebut tertanam dalam pemaknaan wa-cana - wacana yang  berkembang  dalam organisasi dan  melebur sebagai  konsepsi  budaya oganisasi  itu sendiri.Secara umum organisasi kerap dipahami   sebagai   kumpulan sejumlah orang  yang memiliki tujuan tertentu, dengan struktur pembagian  kerja yang jelas dan terarah. lstilah "organisasi" didefinisikan  sebagai sesuatu yang  nyata merangkum   orang- orang, hubungan-hubungan dan tujuan yang jelas. Organisasi menjadi  semacam  wadah  kerja bagi orang-orang  yang memiliki tujuan yang sama
BAHASA GAMBAR (ICONOGRAPHY): BAHASA PURBA UNTUK KOMUNIKASI MASYARAKAT MODERN
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 16 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Long before the invention of alphabetical code in  human language system, primitive  communities  uses  a  picture  or  sign  as a  medium  to interpret, memorized  and transmitted  their daily  life  reality. They drew a picture of an object around them in a cave, stone or wood. Its  the only communication system they have to express their life experience.Since the alphabetical system found in human civization, this picture language slowly fade. Iconography becomes a second language that use only by a specific group for a special contex. But this time, iconography becomes an alternative language that use in large contex of modern lifes. One of the most phenomenal systems of picture language in modern life was developed by Microsoft Windows called HUIâs (Graphical User Interface).
HOLLYWOOD MENGEMAS IDEOLOGI DALAM HIBURAN
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ditengah kencah perang budaya (culture war) yang semakin mengglobal, media semakin memegang peran penting sebagai senajata utama pelonta wacana wacana sosial budaya yang hegemonis. Tak terkecuali wacana wacana liburan yang hadir pada media massa modern. Dalam proses homogenizations taste of culture film menjadi arena pertarungan ideologis melalui aspek naratif dan politik penandaan yang terjadi di dalamnya.
KOMUNIKASI DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA MAHASISWA PERANTAU PADA KEBUDAYAAN BARU
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kajian atas kebudayaan sering kali memberikan gambaran realitas kehidupan masyarakat dengan keunikan dan nilai-nilai tidak terduga yang juga berarti menuntut kesediaan pengamatnya untuk memahami dari sudut pandang yang berbeda. Demikian halnya dengan perubahan fenomena mencolok pada abad 21 yang salah satunya adalah semakin hilangnya batasan dan hambatan kewilayahan yang kemudian berujung pada maraknya perpindahan sebuah kebudayaan menyusuri wilayah-wilayah baru. Era kehidupan baru yang menunculkan globalisasi membuahkan beragam bentuk differensiasi, mobilitas, komunikasi dan interansliasi berbagai nilai. Seiring dengan perubahan berbagai aspek kehidupan dengan beragam kemudahan mobilitas masyarakat mendorong perkembangan dan pergerakan individu atau masyarakat. Pergerakan masyarakat ini berarti juga sebuah mobilisasi nilai-nilai kebudayaan yang melekat pada dirinya. Identitas dan nilai budaya asal ini akan menjadi peta pemaknaan utama dan pertama ketika mereka tiba pada lingkungan sosial budaya yang baru. Bersamaan dengan itu, budaya lokal akan menjadi nilai-nilai dominan yang juga mengarahkan individu pendatang memaknai dengan cara yang berbeda. Dengan kata lain, hal ini menyangkut mengenai dengan cara apa individu mempertahankan identitas kebudayaan dan melakukan serangkaian pola adaptatif pada budaya lokal.
DRAMA TRANSKULTURAN Dalam episode: "NEGERI SIMBOLIK"
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 10 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan teknologi mengantarkan kita pada corak kehidupan baru yang belum pernah kita hadapi. Percepatan kemajuan teknologi informasi memungkinkan lalu-lintas pesan global menembus batas-batas wilayah dengan cepat dan berlimpah, membuat kita kebanjiran informasi sehingga sulit untuk memaknainya lebih dalam. Media massa yang pada awalnya di klaim oleh Marshall Mc Luhan sebagai perpanjangan tangan manusia (the extension of man) kini tidak hanya dalam perspektif fisik media itu sendiri (media as a tools). Media saat ini sudah sesak diboncengi oleh kekuatan-kekuatan ekonomi â kapitalis global dan menjadikannya sebagai wahana perpanjangan pasar (the extension of market), dalam mendistribusikan komoditas- komoditas transnasional. Perkembangan teknologi media massa dan kreatifitas periklanan menciptakan sinergi yang dasyat dalam konsep pemasaran global (globalmarket). Secara ekonomis, sudah  pasti  konsep-konsep periklanan global mampu mencetak peningkatan angka penjualan yang signifikan. Namun tidak hanya itu, secara sosiologis iklan ikut mengarahkan bentukan pola perilaku dan cara berpikir khalayaknya. Dengan menampilkan potongan fragmen kehidupan secara dramatis sekaligus membiuskan, iklan merekayasa kehidupan dan menciptakan ketergantungan psikologis (Hamelink, 1983).
VIRTUAL ETNOGRAPHY (Kajian Etnografi Komunikasi pada Media Sosial Facebook di Indonesia)
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 12, No 4 (2013)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.012 KB)
This research attempt to explain a social technological aspect of a new media â social network sites which basedon a individual subjective meaning about Computer Mediated Communication as a social activity. Constructionof meaning that build within the user provide a set of value and shared meaning that creates a set of behavior,including communication behavior especially the language that employed among the user. The user also usedlanguage as a symbolic meaning through social network sites â facebook to creates and managing self identity.The research used a qualitative approach with communication etnographic approach. Informant wre selectedbased on purposive. The data collected through participant observation, interviews and document searches. Theresult showed a different set of meaning of CMC activity among the user that also creates a different use pattern.A degree of enggagement creates a different set of communication bahavior based on maps of meaning and setof norm that created among those virtual community and also described abou self identity management betweenuser.
MAGAZINES: MELEWATI ZAMAN DAN PERGERAKAN BUDAYA
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 17 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap  kemajuan teknologi  komunikasi yang lahir tidak  hanya membawa iklim kompetisi yang semakin rumit, tapi juga menebarkan kematian  bagi  media  lawas  lain  yang  tak  mampu  menyainginya. Antara lain adalah majalah cetak. Perkembangan teknologi komunikasi yang  muncul  selalu  saja meneriakkan  pesimisme  "inilah  kematian majalah  sebagai   media  komunikasi   !".  Televisi   akan   segera membunuh majalah"  itu yang mereka katakan pada dekade tahun 50- an,  namun  kenyataannya  tidak  pernah  terjadi.  Pada  tahun  80-an mereka memastikan  kejayaan majalah segera lengser setelah  muncul TV  kabel, itupun tak terbukti. Hingga memasuki era tahun 90-an, CD- ROM dan Internet hadir sebagai media baru, majalah tetap hidup dan bahkan dengan kreatif membaur menjadi pendamping yang serasi dari setiap media baru yang ada.  Para penggila Komputer bahkan banyak menggantung kan  informasinya  dari  majalah  khusus  computer  (PC World)  Majalah  menjadi  artefak  budaya  yang  efektif  dan  meluas melewati masa-masa perkembangan genre media komunikasi.
PERGESERAN ORIENTASI NILAI TRADISIONAL MENUJU TATANAN MODERNITAS PADA MASYARAKAT PINGGIRAN IBUKOTA
Prasetya, Hendri
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam pembangunan, perubahan yang terjadi sering hanya sebatas masuknya berbagai artefak modernitas ke dalam kehidupan masyarakat, tanpa skala prioritas kebutuhan dan kesiapan yang memadai. Perubahan tanpa konsepsi dan arah tujuan yang jelas kerap kali hanya menyisakan residu negatif dari pergerakan dinamika sosial yang kerap kali kembali terbebankan pada golongan masyarakat yang tidak mampu dalam mengikuti dinamika sosial tersebut. Sebagai salah satu hasil penelitian, tulisan ini memberikan gambaran dinamika pergeseran nilai-nilai lokal dan tradisional masyarakat pinggiran ibu kota yang bergerak ke arah modernitas yang justru banyak memberikan kenyataan yang timpang, hilangnya potensi lokal dan modal ekonomi sosial yang terbengkalai. Penelitian ini melihat perubahan Kognisi Masyarakat sebuah desa di Kec. Parung, Bogor dalam menghadapi perubahan nilai-nilai tradisional menunju nilai-nilai modernitas dan bagaimana aspek-aspek kebudayaan dan tradisi yang bertarung diantara nilai-nilai sosial baru yang masuk ke wilayahnya dalam komunikasi pembangunan.