Pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia yang unggul di lingkungan militer, khususnya Angkatan Udara, membutuhkan sistem seleksi yang mampu mengidentifikasi potensi peserta didik secara lebih dini dan akurat. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis praktik talent scouting dalam proses rekrutmen peserta didik baru pada institusi militer, dengan fokus perbandingan antara praktik di Indonesia dan negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Penelusuran artikel dilakukan melalui database seperti Google Scholar, ERIC, DTIC, dan ProQuest dengan kata kunci seperti "talent scouting", "military recruitment", dan "air force academy", serta kriteria inklusi terbitan tahun 2014–2024. Temuan utama menunjukkan bahwa negara maju telah mengadopsi pendekatan scouting berbasis teknologi, seperti AI profiling dan integrasi program ekstrakurikuler STEM, dalam menjaring calon taruna yang unggul secara akademik dan kepemimpinan. Sebaliknya, di Indonesia, sistem scouting masih bersifat konvensional dan belum terintegrasi secara nasional. Studi ini merekomendasikan pentingnya pengembangan kebijakan nasional scouting militer yang melibatkan sekolah, komunitas, dan institusi militer, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan presisi dan keberlanjutan dalam proses seleksi. Hasil kajian ini diharapkan menjadi rujukan dalam merancang sistem pembinaan dan seleksi kader militer yang lebih strategis dan adaptif terhadap tantangan masa depan.